Jum'at, 15/12/2017 07:26 WIB

Internasional

Hacker Korut Bobol Dokumen "Sensitif" Korsel

Di antara dokumen yang bocor, adalah Rencana Operasional 5015 untuk digunakan dalam perang dengan Korea Utara dan termasuk prosedur untuk menyerang pemimpin Kim Jong-Un.

Ilustrasi hacker (Foto: EPA)

Seoul- Hacker Korea Utara membobol ratusan dokumen rahasia militer dari Korea Selatan termasuk rencana operasional perang masa depan yang melibatkan sekutu Amerika Serikat.

Rhee Cheol-Hee, seorang anggota parlemen untuk partai Demokrat yang berkuasa, mengatakan para hacker tersebut masuk ke jaringan militer Selatan pada September tahun lalu dan mendapatkan akses ke 235 gigabyte data sensitif, menurut harian Chosun Ilbo.

Di antara dokumen yang bocor, adalah Rencana Operasional 5015 untuk digunakan dalam perang dengan Korea Utara dan termasuk prosedur untuk menyerang pemimpin Kim Jong-Un.

Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran akan konflik di semenanjung Korea, yang didorong oleh ancaman terus-menerus dari tindakan Presiden Amerika Seriakt Donald Trump terhadap Pyongyang untuk menjinakkan ambisi senjatanya.

Mengutip kementerian pertahanan Seoul, Rhee mengatakan, 80 persen dokumen yang bocor belum diidentifikasi. Namun rencana kontingensi untuk pasukan khusus di Selatan dicuri, katanya, serta rincian tentang latihan militer gabungan tahunan dengan Amerika serta informasi tentang fasilitas militer utama dan pembangkit listrik.

Seorang juru bicara kementerian menolak untuk mengkonfirmasi laporan tersebut, dengan alasan masalah intelijen. Pada Mei, kementerian tersebut mengatakan Korea Utara telah melakukan hack ke intranet militer Seoul namun tidak mengatakan apa yang telah bocor.

Pyongyang memiliki 6.800 unit kuat spesialis cyberwarfare yang terlatih, menurut pemerintah Korea Selatan. Mereka dituduh meluncurkan serangan cyber profil tinggi, termasuk hacking tahun 2014 dari Sony Pictures.

Kisah Chosun Ilbo adalah laporan kedua Selasa mengenai serangan cyber yang terkait dengan militer di Asia Pasifik. Pemerintah Australia mengatakan secara terpisah sebuah kontraktor pertahanan yang tidak dikenal telah di-hack dan sejumlah data penting dicuri.

Ada 47.000 insiden cyber dalam 12 bulan terakhir, meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya, Menteri Keamanan Cyber Dan Tehan mengatakan di Canberra saatmengumumkan sebuah laporan oleh Cyber Security Center.

Kontraktor pertahanan dieksploitasi melalui server yang menghadapi Internet, dengan penjahat cyber menggunakan akses administratif jarak jauh untuk tetap berada di jaringannya, kata laporan tersebut.

Hacker tersebut dilaporkan berbasis di China, namun Tehan mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation, kami tidak tahu dan kami tidak dapat memastikan siapa aktor itu, demikian AFP, Rabu (11/10)

TAGS : Hacker Korea Utara Korea Selatan




TERPOPULER :