Sabtu, 21/10/2017 15:15 WIB

INTERNASIONAL

Amerika Serikat Sebut Kesepakatan Nuklir Iran Mengerikan

Donald Trump kembali menyebut Iran tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan nuklir 2015

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump : (Foto: CGTN)

Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menyebut Iran tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan nuklir 2015 yang dicapai dengan kekuatan dunia, termasuk AS dan China. Karena itu, ia menganggap kesepakatan tersebut mengerikan.

“Saya beripikir mereka tidak memenuhi semangat kesepakatan nuklir 2015. Mereka tidak sesuai dengan kesepakatan, dan Anda lihat beberapa hal yang sangat kuat terjadi jika mereka tidak menyesuaikan diri,” kata Trump kepada wartawan di klub golfnya di Bedminster, New Jersey dikutip People Daily, pada Jumat (11/8)

Kesepakatan yang dicapai di bawah mantan presiden Barack Obama memberi kemudahan kepada Iran dari sanksi internasional besar-besaran sebagai imbalan  membatasi kemampuannya membuat bahan untuk senjata nuklir.

Di jalur kampanye, Trump berulang kali mengkritik kesepakatan tersebut, dan berjanji menegosiasi ulang persyaratannya. Dan setelah resmi menjadi presiden, ia lalu menuduh Teheran mendukung kelompok ekstremis di Timur Tengah dan memberlakukan sanksi baru terhadap negara tersebut, yang terakhir kali disahkan bulan lalu.

Washington mengatakan, tindakan penghukuman tersebut menargetkan program rudal Teheran dan pelanggaran hak asasi manusia, yang tidak termasuk dalam kesepakatan nuklir. Iran, bagaimanapun, menolak sanksi tersebut yang menyebut  mereka melanggar kesepakatan tersebut.

Terlepas dari keberatan Trump terhadap kesepakatan tersebut dan tuduhannya kepada Teheran karena diduga gagal bertindak sesuai dengan kesepakatan tersebut, Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi dua kali sejak Trump datang ke kantor bahwa Iran sebenarnya mematuhi persyaratan kesepakatan 2015.

TAGS : Iran Amerika Serikat Kesepakatan Nuklir




TERPOPULER :

TERKINI

SBY: Banyak yang Dicapai Pemerintahan Jokowi-JK

Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyampaikan ucapan selama...

Bosan Dikambing Hitamkan? Ikuti Tips Ini

Ini langkah-langkah buat kalian yang diperlakukan tidak a...

Kumpulkan Mainan, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Harnes menambahkan koleksinya hampir 2.000 keping, tapi d...

Ketua DPR: Pesantren Merupakan Roh Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menghadiri Haul ke-28...

Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham terseb...

HNW: Komunis Radikalisme Paling Radikal

Sila-sila Pancasila bisa dijadikan alat untuk melaksanaka...

Bantahan Mantan PM Malaysia, "Saya Tak Hina Orang Bugis"

Pernyataan itu membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis M...

Wow, Pemakaman Raja Thailand Habiskan Dana Rp1,2 Triliun

Sebuah pemakaman yang mewah akan digelar oleh kerajaan un...

Kendaraan Freeport Ditembaki Orang Tak Dikenal

Penembakan terjadi terhadap kendaraan patroli Security an...

Amerika Akui Senjata Kimia Bukan Perbuatan Assad

AS telah mengakui bahwa serangan senjata kimia Sarin yang...

Posting Angka Kejahatan di Inggris, Trump Dituding Menyebar Kebencian

Donald Trump dituding menyebarkan kejahatan dan kebencian...