Ilsutrasi sedang memsak telur - Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Setiap Hari? Ini Penjelasannya (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)
Jakarta, Jurnas.com - Telur telah lama menjadi primadona dalam dunia gizi. Kaya protein, mudah diolah, dan terjangkau, telur sering disebut sebagai “superfood” yang sebenarnya. Namun, pertanyaan klasik terus bergema, di antaranya ialah bolehkah makan telur setiap hari? Apakah kolesterolnya tidak berbahaya? Berikut adalah ulasannya.
Mengutip laman Mayoclinichealthsystem, satu butir telur mengandung: 75 kalori; 6 gram protein; 5 gram lemak; 210 mg kolesterol; 70 mg natrium; 67 mg kalium; 0 gram karbohidrat
Selain itu, telur merupakan sumber vitamin A, D, B12, serta kolin, nutrisi penting untuk fungsi otak dan metabolisme. Kandungan gizinya membuat telur menjadi salah satu sumber protein hewani paling padat nutrisi.
Fakta penting yang sering diabaikan ialah kolesterol dalam telur tidak seberbahaya yang dikira. Studi terbaru menunjukkan bahwa kolesterol makanan tidak memiliki dampak signifikan terhadap kadar kolesterol darah pada sebagian besar orang sehat.
Menurut American Heart Association, konsumsi hingga tujuh butir telur per minggu dianggap aman bagi individu sehat dan tidak meningkatkan risiko penyakit jantung. Justru, risiko lebih besar datang dari makanan pendamping seperti bacon, keju, dan mentega yang tinggi lemak jenuh dan natrium.
Berikut beberapa dampak positif jika Anda rutin mengonsumsi telur:
Dengan 6 gram protein per butir, telur sangat membantu dalam membangun dan mempertahankan massa otot, terutama bagi lansia dan mereka yang aktif berolahraga.
Kolin dalam kuning telur berperan penting dalam pembentukan neurotransmitter. Ini berdampak pada daya ingat, konsentrasi, dan kesehatan saraf.
Telur mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang terbukti melindungi retina dan menurunkan risiko degenerasi makula terkait usia.
Kaya protein dan membuat kenyang lebih lama, telur cocok untuk menu sarapan yang membantu mengurangi camilan berlebihan di siang hari.
Meski aman bagi sebagian besar orang, mereka yang memiliki kondisi tertentu seperti hiperkolesterolemia familial atau riwayat penyakit jantung disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan telur sebagai menu harian.
Pilih metode masak rendah lemak seperti direbus atau dikukus
Hindari bahan tambahan tinggi lemak seperti mentega dan daging olahan
Kombinasikan dengan sayur dan sumber karbohidrat kompleks
Bila khawatir soal kolesterol, gunakan putih telur saja
Minggu, 10/05/2026 21:18 WIB
Minggu, 10/05/2026 20:37 WIB
Minggu, 10/05/2026 18:33 WIB
Minggu, 10/05/2026 17:05 WIB