Kapal perang HMS Dragon milik Inggris (Foto: EPA)
London, Jurnas.com - Pemerintah Inggris mengumumkan pengerahan kapal perang HMS Dragon ke Timur Tengah sebagai bagian dari persiapan upaya multinasional untuk melindungi jalur pelayaran di Selat Hormuz.
HMS Dragon, yang merupakan kapal perusak pertahanan udara, sebelumnya telah ditempatkan di Mediterania Timur sejak Maret lalu untuk membantu pertahanan Siprus tak lama setelah pecahnya perang Iran.
Relokasi kapal perang ini menyusul langkah Prancis yang telah mengerahkan gugus tugas kapal induknya ke Laut Merah bagian selatan. Inggris dan Prancis saat ini sedang bekerja sama dalam sebuah rencana pertahanan yang bertujuan untuk memulihkan kepercayaan pada rute perdagangan global yang sempat lumpuh akibat konflik.
"Penempatan awal HMS Dragon merupakan bagian dari perencanaan yang cermat yang akan memastikan bahwa Inggris siap, sebagai bagian dari koalisi multinasional yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Prancis, untuk mengamankan Selat tersebut ketika kondisi memungkinkan," kata salah satu juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris, dikutip dari Reuters pada Minggu (10/5).
Di saat Amerika Serikat dan Iran mulai menunjukkan sinyal untuk meredakan perang yang telah berlangsung selama 10 minggu, Prancis dan Inggris terus menyusun landasan kerja agar transit kapal di Selat Hormuz kembali aman setelah situasi benar-benar stabil.
Rencana pengamanan ini nantinya memerlukan koordinasi langsung dengan pihak Iran, dan sejauh ini sudah ada belasan negara yang menyatakan kesediaannya untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Meski demikian, kemampuan Inggris untuk berpartisipasi secara penuh dalam misi perlindungan ini dibayangi oleh keterbatasan armada Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy).
Saat ini, jumlah kapal perang Inggris jauh lebih sedikit dibandingkan masa lalu, ditambah dengan adanya beberapa kapal yang harus pensiun sebelum kapal penggantinya siap dioperasikan, sehingga kapasitas operasional mereka dinilai cukup terbatas.
Minggu, 10/05/2026 12:01 WIB