https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Studi: Duduk Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Penyakit Meski Rajin Berjalan

Agus Mughni | Minggu, 10/05/2026 10:05 WIB



Kebiasaan duduk terlalu lama ternyata tetap meningkatkan risiko berbagai penyakit serius meski seseorang sudah memenuhi target langkah harian Ilustrasi - orang duduk (Foto: pinterest)

Jakarta, Jurnas.com - Kebiasaan duduk terlalu lama ternyata tetap meningkatkan risiko berbagai penyakit serius meski seseorang sudah memenuhi target langkah harian yang selama ini dianggap ideal untuk kesehatan.

Temuan itu terungkap dalam studi terbaru yang melibatkan lebih dari 15 ribu orang dewasa dengan pelacakan aktivitas selama jutaan hari.

Dikutip dari Earth, penelitian ini menguji anggapan populer bahwa berjalan kaki 7.000 hingga 10.000 langkah per hari cukup untuk “menebus” dampak buruk gaya hidup sedentari.

Baca juga :
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, Waspadai Lonjakan Penyakit Ini

Hasilnya, untuk sejumlah penyakit jantung, langkah harian ternyata tidak sepenuhnya mampu menghapus risiko akibat terlalu banyak duduk.

Penelitian yang dipimpin Evan L. Brittain dari Vanderbilt University Medical Center menggunakan data 15.327 peserta dalam program All of Us Research Program.

Baca juga :
Pola Makan Sehat Ini Diklaim Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Seluruh peserta menggunakan perangkat Fitbit yang terhubung langsung dengan rekam medis mereka. Total data yang dianalisis mencakup sekitar 13 juta hari aktivitas dengan masa pemantauan rata-rata 3,7 tahun.

Peserta rata-rata mencatat 7.416 langkah per hari dan menghabiskan sekitar 11,6 jam waktu duduk saat terjaga setiap harinya.

Baca juga :
Alih Guna Lahan Hutan Tingkatkan Ancaman Penyakit Menular Baru

Peneliti menemukan bahwa semakin lama seseorang duduk, semakin tinggi pula risiko terkena berbagai penyakit. Risiko tersebut meningkat sekitar 15 hingga 66 persen pada hampir seluruh kondisi yang diteliti.

Sebanyak 11 penyakit dikaitkan dengan kebiasaan duduk terlalu lama, mulai dari obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung koroner, gagal jantung, penyakit hati berlemak, gangguan ginjal, PPOK, depresi, sleep apnea, hingga fibrilasi atrium.

Penelitian ini juga menemukan bahwa berjalan lebih banyak memang membantu menurunkan risiko sebagian besar penyakit. Namun, efek perlindungannya berbeda-beda tergantung jenis penyakit.

Untuk obesitas, tambahan sekitar 1.700 langkah per hari sudah membantu menekan risiko. Sementara penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK membutuhkan sekitar 5.500 langkah tambahan per hari.

Namun ada dua kondisi yang menjadi pengecualian, yakni penyakit jantung koroner dan gagal jantung.

Pada peserta yang duduk hingga 14 jam sehari, risiko gagal jantung tetap tinggi pada semua jumlah langkah yang diuji. Pola serupa juga ditemukan pada penyakit jantung koroner.

Artinya, target langkah harian tidak sepenuhnya mampu menghilangkan dampak buruk duduk terlalu lama terhadap kesehatan jantung.

Temuan lain yang cukup mengejutkan adalah risiko penyakit jantung koroner justru kembali meningkat pada orang yang berjalan terlalu banyak.

Risiko menurun stabil hingga sekitar 12 ribu langkah per hari, tetapi mulai naik lagi setelah melewati angka tersebut. Bahkan pada lebih dari 16 ribu langkah per hari, risikonya tercatat lebih tinggi dibanding kelompok yang kurang aktif.

Peneliti menduga kondisi ini bisa berkaitan dengan perubahan struktur jantung akibat latihan daya tahan ekstrem dalam jangka panjang, meski studi ini belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Peneliti menegaskan bahwa target langkah harian tetap penting untuk kesehatan. Namun, masyarakat juga diminta memperhatikan durasi duduk sepanjang hari.

“Hasil penelitian ini mendukung rekomendasi kesehatan yang lebih personal dengan mempertimbangkan perilaku sedentari dan jumlah langkah harian secara bersamaan,” tulis peneliti.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications itu menyimpulkan bahwa berdiri dan bergerak secara rutin sepanjang hari sama pentingnya dengan mencapai target langkah harian, terutama bagi orang yang berisiko mengalami penyakit jantung koroner dan gagal jantung. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Duduk Terlalu Lama Bahaya kebanyakan duduk Risiko Penyakit Langkah Harian

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777