Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Sputnik via REUTERS)
Moskow, Jurnas.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Moskow siap untuk mengangkut dan menyimpan stok uranium yang diperkaya milik Iran.
Dalam sebuah konferensi pers di Moskow, Putin mengatakan Rusia pernah mengangkut uranium yang diperkaya keluar dari Iran pada tahun 2015 dan siap untuk "mengulangi pengalaman tersebut"
Ia menyebutkan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam konflik telah sepakat agar uranium tersebut dipindahkan dari Iran.
"Namun, Amerika Serikat kemudian memperkeras posisinya dan menuntut agar uranium tersebut diangkut secara eksklusif ke wilayah AS. Iran pun kemudian turut memperkeras posisinya." kata Putin, dikutip Aljazeera.
Moskow akan terus menjalin kontak dengan Washington maupun Teheran, ujar Putin, sembari menambahkan harapannya agar konflik ini dapat berakhir "secepat mungkin".
Hingga saat ini, belum ada komentar langsung dari pihak Iran terkait pernyataan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat mengadakan lima putaran pembicaraan nuklir tahun lalu, tetapi terhenti terutama karena perbedaan pandangan soal pengayaan uranium di dalam Iran. Pada Juni, AS menyerang fasilitas nuklir Iran di akhir kampanye pengeboman Israel selama 12 hari.
Sejak itu, Teheran mengatakan telah menghentikan aktivitas pengayaan, yang dipandang AS sebagai kemungkinan jalur menuju bom nuklir. Iran menegaskan program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.
"Penegasan Iran soal pengayaan bukan semata-mata persoalan teknis atau ekonomi. Hal itu berakar pada keinginan untuk meraih kemerdekaan dan martabat," ujar Araqchi.
"Tidak ada seorangpun yang berhak memberi tahu bangsa Iran apa yang boleh atau tidak boleh mereka miliki," dia menambahkan.
Menteri Araqchi menambahkan bahwa program rudal Iran, yang ingin dimasukkan AS dalam negosiasi, tidak pernah menjadi bagian dari agenda.
Minggu, 10/05/2026 12:01 WIB