Ilustrasi anak sedang bermain game online (Foto: Unsplash/Samantha Sophia)
Jakarta, Jurnas.com - Kecanduan game online pada anak akhir-akhir ini menjadi kekhawatiran banyak orang tua. Sebab, anak cenderung menghabiskan waktu di depan gawai daripada melakukan aktivitas dan sosialisasi di luar rumah.
Agar anak tidak terjebak dalam dunia virtual, pendekatan psikologis yang tepat sangat dibutuhkan. Dan kunci utama mengatasi kecanduan ini ialah memahami motivasi anak bermain game. Apakah untuk hiburan, pelarian, atau kebutuhan sosial?
Orang tua wajib menetapkan batas waktu bermain yang jelas. Buat jadwal harian anak bisa bermain, tapi tetap memiliki waktu untuk belajar dan bersosialisasi.
Penting juga untuk memperkuat kemampuan berkomunikasi anak. Dengarkan alasan anak bermain game, dan ajak mereka berdiskusi soal aktivitas alternatif. Kadang, anak hanya butuh perhatian yang belum terpenuhi secara emosional.
Melibatkan anak dalam kegiatan fisik atau sosial dapat jadi solusi. Misalnya, mengajak si kecil ikut olahraga, komunitas kreatif, atau outing keluarga yang menyenangkan.
Poin ini paling penting, karena anak cenderung meniru kedua orang tuanya. Jika orang tua terlalu sering bermain gadget, anak akan meniru. Batasi juga penggunaan gawai di rumah agar anak melihat konsistensi.
Menurut teori behaviorisme dalam psikologi, perilaku terbentuk karena kebiasaan yang diperkuat. Jadi, berikan reward saat anak berhasil mengurangi waktu bermain dan terlibat dalam kegiatan lain.
Penting juga memberi pengertian secara bertahap, bukan dengan marah atau larangan keras. Anak akan lebih menerima jika diajak bekerja sama, bukan dikekang.
Dengan pendekatan empatik dan disiplin yang konsisten, orang tua dapat membantu anak memiliki hubungan sehat dengan teknologi. Bukan menjauhi game sepenuhnya, tapi menggunakannya secara bijak.
Minggu, 10/05/2026 21:18 WIB
Minggu, 10/05/2026 20:37 WIB
Minggu, 10/05/2026 18:33 WIB
Minggu, 10/05/2026 17:05 WIB