Ilustrasi ubur-ubur (Foto: Pexels/Blue Ox Studio)
Jakarta, Jurnas.com - Ubur-ubur merupakan salah satu makhluk laut paling unik di dunia. Keberadaannya yang sudah menghuni lautan selama lebih dari 500 juta tahun menjadikannya lebih tua dari dinosaurus. Meski tampak sederhana, ubur-ubur memiliki banyak fakta menarik yang jarang diketahui. Berikut beberapa di antaranya:
Ubur-ubur tidak memiliki otak, jantung, atau tulang. Sistem sarafnya sangat sederhana, hanya terdiri dari jaringan saraf yang memungkinkan mereka merespons rangsangan di sekitarnya. Meskipun demikian, mereka tetap bisa berburu dan bertahan hidup dengan cara yang efektif.
Turritopsis dohrnii, spesies ubur-ubur kecil yang ditemukan di perairan tropis, dijuluki "ubur-ubur abadi" karena kemampuannya untuk kembali ke tahap polip setelah mencapai kematangan. Proses ini disebut transdiferensiasi, yang memungkinkan mereka mengulang siklus hidupnya tanpa batas—secara teori, mereka bisa hidup selamanya!
Beberapa spesies ubur-ubur berkembang biak dengan sangat cepat dan bisa menyebabkan ledakan populasi yang merugikan. Mereka mampu memakan plankton dalam jumlah besar, mengganggu rantai makanan laut, dan bahkan menyumbat sistem pendingin pembangkit listrik yang berada di dekat laut.
Lion’s Mane Jellyfish (Cyanea capillata) adalah spesies ubur-ubur terbesar di dunia. Diameter tubuhnya bisa mencapai lebih dari 2 meter, dengan tentakel yang bisa tumbuh hingga 36 meter—lebih panjang dari paus biru! Meskipun ukurannya mengesankan, spesies ini umumnya tidak berbahaya bagi manusia.
Beberapa spesies ubur-ubur memiliki kemampuan bioluminesensi, yakni memancarkan cahaya dalam kegelapan. Cahaya ini dihasilkan oleh reaksi kimia dalam tubuh mereka dan digunakan untuk menakuti predator atau berkomunikasi dengan sesama ubur-ubur.
NASA pernah mengirim ubur-ubur ke luar angkasa dalam misi eksperimen untuk mempelajari bagaimana mikrogravitasi memengaruhi perkembangan makhluk hidup. Mengejutkannya, mereka mampu bertahan dan berkembang biak di lingkungan luar angkasa!
Box jellyfish (Chironex fleckeri) adalah salah satu makhluk laut paling beracun di dunia. Racunnya bisa menyebabkan gagal jantung dalam hitungan menit jika tidak segera ditangani. Namun, meskipun berbahaya, mereka tetap menjadi bagian penting dari ekosistem laut.