https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Komisi IV: Harga BBM Naik, Nelayan Menjerit

Sundari | Senin, 11/05/2026 09:22 WIB



Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyoroti dampak serius kenaikan harga BBM terhadap aktivitas nelayan yang kini mulai terhenti di sejumlah daerah. Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKB, Daniel Johan. (Foto: Dok. Parlementaria)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyoroti dampak serius kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap aktivitas nelayan yang kini mulai terhenti di sejumlah daerah. Kondisi ini dinilai tidak hanya berdampak pada ekonomi nelayan, tetapi juga mengancam ketahanan pangan nasional.

“Harga BBM untuk operasional melaut yang naik sangat tinggi berdampak pada banyak hal. Bukan hanya nelayan kesulitan melaut, tapi juga bagaimana produksi pangan di sektor perikanan juga ikut terdampak,” kata Daniel Johan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (8/5).

Ia merujuk pada kondisi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, di mana ribuan nelayan memilih tidak melaut karena tidak mampu membeli BBM. Harga solar yang sebelumnya sekitar Rp17.000 per liter kini melonjak hingga Rp30.000 per liter, sehingga membebani biaya operasional secara signifikan.

Baca juga :
Komisi IV Sayangkan Bulog Tak Mampu Realisasikan Bantuan Pangan Bagi KPM

Dampak dari kondisi tersebut tidak hanya dirasakan nelayan, tetapi juga merembet ke sektor hilir. Aktivitas pelelangan ikan dilaporkan ikut berhenti karena minimnya hasil tangkapan yang masuk.

“Dampaknya sangat nyata. Nelayan menjerit, masyarakat umum kesulitan memperoleh ikan dan hasil laut yang mereka butuhkan. Akhirnya kemiskinan pun bertambah,” ujar Politisi Fraksi PKB ini.

Baca juga :
Komisi IV: Kementan Harus Gandeng Polisi Tindak Tegas Mafia Beras

Ia menambahkan, berhentinya aktivitas melaut menyebabkan hilangnya produksi perikanan secara langsung, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pasokan ikan di pasar. Menurutnya, kondisi ini merupakan indikasi terganggunya struktur produksi sektor perikanan tangkap.

Dalam perspektif Komisi IV DPR RI, persoalan ini menunjukkan bahwa akses energi bagi nelayan belum diposisikan sebagai bagian dari sistem produksi pangan nasional. BBM masih diperlakukan sebagai komponen biaya biasa yang mengikuti mekanisme pasar.

Baca juga :
Legislator Gerindra: Budidaya dan Ekspor Benih Lobster Perlu Perhatian

“Padahal, bagi nelayan kecil dan menengah, BBM bukan variabel fleksibel, tetapi faktor penentu apakah mereka bisa melaut atau tidak,” tegasnya.

Daniel mengingatkan, jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya akan semakin meluas, mulai dari berkurangnya pasokan ikan, naiknya harga pangan, hingga terganggunya keberlangsungan usaha sektor perikanan secara keseluruhan.

“Dalam konteks ini, isu BBM tidak lagi berdiri sebagai isu energi semata, tetapi telah menjadi isu ketahanan pangan,” pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Komisi IV DPR Daniel Johan Harga BBM Naik Nelayan Menjerit

Terpopuler

Sabtu, 09/05/2026 03:03 WIB
Humanika

Ini Sejarah dan Makna Pesta Babi bagi Masyarakat Papua

Minggu, 10/05/2026 04:04 WIB
Humanika

10 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Sabtu, 09/05/2026 01:01 WIB
Humanika

9 Mei 2026: Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777