https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Erdogan Ingin Paksa AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan

Mutiul Alim | Rabu, 15/04/2026 20:04 WIB



Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa Ankara terus berupaya memperpanjang gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran Presiden Turki Tayyip Erdogan terlihat setelah konferensi pers selama KTT para pemimpin NATO di Vilnius, Lituania, 12 Juli 2023. REUTERS

Ankara, Jurnas.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa Ankara terus berupaya memperpanjang gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, meredakan ketegangan, serta memastikan perundingan tetap berlanjut.

Dia menambahkan Turki masih optimistis terhadap proses negosiasi meski menghadapi sejumlah hambatan, termasuk gagalnya perundingan yang berlangsung di Pakistan.

Turki, yang berbatasan langsung dengan Iran, selama ini menjalin kontak erat dengan AS, Iran, dan Pakistan selaku mediator, serta berulang kali menyerukan penghentian perang yang disebutnya tidak dapat dibenarkan.

Baca juga :
Iran Ancam Tutup Laut Merah jika AS Teruskan Blokade Pelabuhan

Berbicara di hadapan para anggota parlemen, Erdogan menyebut serangan Israel di Lebanon semakin merusak harapan perdamaian, dan menegaskan bahwa peluang yang terbuka lewat gencatan senjata ini harus segera dimanfaatkan.

"Pernyataan-pernyataan dari kedua pihak menunjukkan bahwa, meski meja perundingan belum terbalik, mereka telah mencapai jalan terjal dalam isu nuklir," kata Erdogan. Dia juga menyinggung ketegangan di Selat Hormuz.

Baca juga :
Sri Lanka Pulangkan Ratusan Awak Kapal Perang Iran

"Kami menyampaikan saran-saran yang diperlukan dan menjalankan inisiatif untuk meredakan ketegangan, memperpanjang gencatan senjata, dan menjaga keberlangsungan pembicaraan. Tidak ada negosiasi yang bisa dilakukan dengan kepalan tinju," Erdogan menambahkan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan pembicaraan dengan Iran dapat segera dilanjutkan dan berakhir dengan sebuah kesepakatan, setelah perundingan akhir pekan di Pakistan tidak menghasilkan terobosan. Trump meminta dunia untuk bersiap menyaksikan "dua hari yang luar biasa".

Baca juga :
Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Intai Pangkalan Militer AS

Sebuah sumber diplomatik Turki menyebut para menteri luar negeri dari Turki, Pakistan, Arab Saudi, dan Mesir akan bertemu di sela-sela sebuah forum diplomasi di provinsi Antalya, Turki selatan, akhir pekan ini. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga dijadwalkan hadir.

"Mungkin akan ada kesulitan dan isu-isu rumit yang butuh waktu lama untuk diselesaikan, tetapi ketika fokus diarahkan pada manfaat perdamaian dan tindakan diambil dengan perspektif jangka panjang, sebagian besar dari itu dapat diselesaikan," kata Erdogan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perundingan Perdamaian Perang AS vs Iran Recep Tayip Erdogan Gencatan Senjata

Terpopuler

Minggu, 19/04/2026 07:41 WIB
Gaya Hidup

Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat

Kamis, 16/04/2026 14:01 WIB
Gaya Hidup

16 Ucapan HUT Kopassus 2026 yang Penuh Makna

Kamis, 16/04/2026 19:55 WIB
Gaya Hidup

Dukung Gaya Hidup Aktif, Thrombovoren Emulgel Diluncurkan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777