https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kunci Tekan Inflasi, Stabilitas Harga Pangan

Untung Subagja | Senin, 09/03/2026 17:05 WIB



Komoditas dengan bobot konsumsi tinggi akan memberikan pengaruh besar terhadap inflasi apabila terjadi kenaikan harga Penjual telur ayam ras. (Foto istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Stabilitas harga sejumlah bahan pangan utama perlu dijaga karena miliki bobot konsumsi terbesar dalam masyarakat dan berpotensi mendorong inflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut bahwa berdasarkan keranjang konsumsi nasional, komoditas dengan bobot terbesar adalah beras, diikuti daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, serta daging sapi.

Menurutnya, komoditas dengan bobot konsumsi tinggi akan memberikan pengaruh besar terhadap inflasi apabila terjadi kenaikan harga.

Baca juga :
Kisah Abu Nawas Mencari Neraka di Siang Hari

"Kalau bobotnya tinggi dan kenaikan harganya tinggi, ini akan mendorong inflasi. Oleh sebab itu, komoditas dengan bobot konsumsi besar perlu dijaga harganya," katanya dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, tekanan inflasi akan lebih mudah terjadi jika harga komoditas utama tersebut tidak terkendali.

Baca juga :
Kejagung Geledah Kantor dan Rumah Komisioner Ombudsman

Sebaliknya, kenaikan harga pada komoditas dengan bobot kecil dalam konsumsi masyarakat tidak akan terlalu berdampak besar terhadap inflasi.

Lebih lanjut, Amalia menyebut, pola konsumsi masyarakat di setiap daerah berbeda-beda. Secara nasional, komoditas dengan bobot terbesar dimulai dari beras, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, dan daging sapi.

Baca juga :
Eks Menag Yaqut Cholil Yakin Praperadilan Berjalan Adil

Namun, di beberapa wilayah urutannya bisa saja berbeda. Ia mencontohkan, di Kepulauan Riau komoditas dengan bobot konsumsi terbesar setelah beras adalah daging ayam ras, kemudian cabai merah, dan telur ayam ras.

"Jadi memang ini karakteristik dari konsumsi masyarakat, pola konsumsi masyarakat ini berbeda-beda. Oleh sebab itu, mungkin satu hal yang bisa kita sikapi adalah masing-masing kepala daerah nanti bisa melihat mana bobot terbesar dari konsumsi masyarakat," katanya.(ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Harga Pangan Badan Pusat Statistik Tekanan Inflasi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777