https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hati-Hati, Paparan Mikroplastik Dapat Menurun ke Anak

Mutiul Alim | Selasa, 30/12/2025 15:14 WIB



Tim ilmuwan Universitas California Riverside (UCR) menemukan bahwa paparan mikroplastik (MP) dapat meninggalkan jejak biologis hingga ke generasi berikutnya. Satu liter air kemasan rata-rata mengandung 240.000 lembar mikroplastik (FOTO: GETTY IMAGE)

Jakarta, Jurnas.com - Tim ilmuwan Universitas California Riverside (UCR) menemukan bahwa paparan mikroplastik (MP) dapat meninggalkan jejak biologis hingga ke generasi berikutnya.

Dalam studi tikus diamati bahwa tikus jantan yang terpapar mikroplastik dapat mewariskan tingkat kerentanan terhadap penyakit metabolik terhadap keturunannya.

Dikutip dari Earth pada Selasa (30/12), penelitian ini menggeser anggapan bahwa polusi plastik hanya berdampak pada diri sendiri. Peran ayah juga disoroti dalam mewariskan risiko tersebut.

Baca juga :
Studi: Otak Manusia Mengandung Mikroplastik Lebih Banyak dari Organ Lain

Mikroplastik yang mengandung fragmen kecil di bawah 5 saat ini terdeteksi mulai dari palung laut hingga organ manusia, termasuk jaringan reproduksi. Sementara itu, gangguan metabolisme meningkat tajam di seluruh dunia.

Studi ini menghubungkan keduanya dengan cara yang baru, yakni paparan mikroplastik pada tikus jantan yang berpengaruh pada sperma, dan situasi mirip diabetes pada anak tikus betina akibat pola makan yang tidak sehat.

Baca juga :
Mikroplastik Terselip di Otak Manusia, Seberapa Berbahayakah?

Untuk mengungkap risiko "tersembunyi", para peneliti memberikan intervensi diet tinggi lemak, strategi eksperimental umum yang meniru pola makan Barat dan memperbesar stres metabolik.

Tikus jantan juga tetap mengonsumsi makanan yang teratur dengan paparan mikroplastik berbeda. Hal itu membuat efek selanjutnya pada keturunan merupakan fungsi dari paparan lingkungan pejantan, bukan pola makan yang buruk.

Baca juga :
Bagaimana Sains Menjelaskan Ibadah Puasa Sebagai Kebutuhan Manusia?

Dalam kondisi ini, perbedaannya cukup mencolok. Anak tikus betina dari pejantan yang terpapar MP mengembangkan fenotipe mirip diabetes yang lebih kuat daripada anak tikus betina dari pejantan yang tidak terpapar, meskipun mengonsumsi makanan yang sama.

Anak tikus pejantan tidak memunculkan diabetes, meskipun menunjukkan penurunan massa lemak yang kecil namun signifikan. Sinyal spesifik jenis kelamin menunjukkan bahwa mikroplastik mungkin berinteraksi dengan jalur perkembangan secara berbeda pada keturunan laki-laki dan perempuan.

"Alasan pasti dari efek spesifik jenis kelamin ini masih belum jelas," kata peneliti Fakultas Kedokteran UCR, Changcheng Zhou.

"Dalam penelitian kami, keturunan (tikus) betina mengembangkan fenotipe diabetes. Kami mengamati peningkatan ekspresi gen pro-inflamasi dan pro-diabetes di hati mereka, gen yang sebelumnya dikaitkan dengan diabetes. Perubahan ini tidak terlihat pada keturunan jantan," dia menambahkan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bahaya Mikroplastik Penyakit Keturunan Penelitian Ilmiah

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777