https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Peneliti Ungkap Manusia Hobbit Flores Diduga Hidup dari Sisa Buruan Komodo

Agus Mughni | Kamis, 09/07/2026 12:05 WIB



Para ilmuwan menemukan bahwa manusia purba bertubuh kecil itu kemungkinan besar bertahan hidup dengan memakan sisa bangkai yang ditinggalkan komodo Komodo (foto: National Geographic)

Jakarta, Jurnas.com - Selama hampir dua dekade, Homo floresiensis atau "manusia hobbit" dari Flores diyakini sebagai pemburu hewan besar yang mampu menggunakan api. Namun penelitian terbaru justru membalik anggapan tersebut.

Para ilmuwan menemukan bahwa manusia purba bertubuh kecil itu kemungkinan besar bertahan hidup dengan memakan sisa bangkai yang ditinggalkan komodo setelah memangsa hewan besar.

Dikutip dari Earth, temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Science Advances setelah tim peneliti menganalisis lebih dari 3.000 fragmen tulang Stegodon, kerabat gajah purba berukuran kerdil yang pernah hidup di Pulau Flores.

Baca juga :
Fakta Menarik Komodo, Bisa Berkembang Biak Tanpa Jantan

Penelitian dipimpin zooarkeolog Smithsonian National Museum of Natural History, E. Grace Veatch, yang meneliti kembali bukti-bukti dari situs Liang Bua, lokasi ditemukannya fosil Homo floresiensis pada 2004.

Sebelumnya, manusia hobbit diyakini sebagai pemburu karena tulang Stegodon ditemukan bersama alat-alat batu serta diduga memiliki bekas sayatan. Penemuan itu juga sempat dianggap sebagai bukti bahwa mereka telah menguasai api.

Namun hasil analisis terbaru menunjukkan cerita yang berbeda.

Tim peneliti membandingkan bekas gigitan komodo dengan bekas sayatan alat batu menggunakan pemindaian tiga dimensi dan mikroskop. Mereka bahkan melakukan eksperimen dengan memberi bangkai kambing kepada komodo di Zoo Atlanta untuk mengetahui pola gigitan reptil tersebut.

Hasilnya menunjukkan sekitar 100 bekas gigitan berasal dari komodo, sedangkan hanya 54 bekas sayatan berasal dari alat batu.

Lebih menarik lagi, bekas gigitan komodo ditemukan pada bagian tubuh Stegodon yang paling kaya daging, seperti paha, bahu, dan dada. Sebaliknya, bekas alat batu justru berada di bagian yang hanya menyisakan sedikit daging, seperti tengkorak, tulang jari kaki, dan tenggorokan.

Pola tersebut mengindikasikan bahwa komodo lebih dulu menghabisi mangsanya, sementara Homo floresiensis datang belakangan untuk mengambil sisa-sisa yang masih dapat dimanfaatkan.

Para peneliti juga tidak menemukan bukti kuat bahwa manusia hobbit memasak makanan.

Mereka memeriksa lebih dari 4.200 tulang hewan kecil dari lapisan tanah yang berasal dari masa Homo floresiensis, tetapi tidak satu pun menunjukkan bekas terbakar. Sebaliknya, lapisan tanah yang berasal dari manusia modern memperlihatkan sekitar seperlima tulang mengalami pembakaran.

Satu-satunya tulang Stegodon yang hangus diduga terbakar ribuan tahun kemudian akibat aktivitas manusia modern, bukan oleh Homo floresiensis.

Menurut peneliti, memilih memanfaatkan bangkai kemungkinan jauh lebih aman dibanding memburu Stegodon secara langsung. Komodo dikenal sebagai predator penyergap dengan bisa yang menyebabkan mangsanya kehilangan banyak darah sebelum akhirnya mati.

Selain itu, berburu hewan seberat sekitar 544 kilogram dinilai membutuhkan energi jauh lebih besar dibanding hasil yang diperoleh.

Temuan ini mengubah cara ilmuwan memahami Homo floresiensis. Spesies manusia purba tersebut kemungkinan bukan pemburu besar maupun pengguna api, melainkan pemulung yang memanfaatkan bangkai hewan setelah ditinggalkan predator.

Meski demikian, mereka tetap mampu bertahan hidup di lingkungan Pulau Flores dengan memanfaatkan alat batu sederhana dan strategi mencari makan yang efisien.

Penelitian ini sekaligus membuka babak baru dalam memahami evolusi manusia purba di Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan alat batu dan tulang hewan di satu lokasi belum tentu berarti manusia adalah pemburu hewan tersebut. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Homo floresiensis Manusia Hobbit Makanan Komodo Hewan Komodo

Terkini | Senin, 19/10/2026 17:41 WIB

News

Dari Tiongkok, Mentrans Dorong RI Kuasai Teknologi Sampah Jadi Energi

News

Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Kecelakaan Hiace vs Truk di Tol Kertosono

News

Perkuat Perlindungan Anak, UU Anti-Perundungan Perlu Dikaji

News

Legislator Desak Pemerintah Percepat Penanganan Karhutla Kalimantan

News

KPK Diminta Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Eks Gubernur Sultra

News

Krisis Dana Pangkas Bantuan Pangan Gaza, 500.000 Warga Hilang Akses Makanan

News

Nigeria Hadapi Beban TBC Tinggi, Stigma dan Pengungsian Persulit Pengobatan

News

Legislator PKB: Potongan Ojol 8 Persen Belum Dongkrak Pendapatan Driver

News

Respons Menko Polkam soal Status Bencana Nasional Karhutla-Bantuan Asing

News

Pemadaman Karhutla Kalteng Diperkuat, Puluhan Kali Water Bombing Dikerahkan

News

Kemenag: Kesempatan Santri Kuliah ke Luar Negeri Terbuka Lebar

News

Asap Karhutla Meluas, Kemenkes Siapkan Masker, Oksigen, dan Obat-obatan

News

MAKI Desak KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Saat Tiba di Indonesia

News

BMKG Evaluasi Penyemaian Dry Ice Usai Video Es Rusak Atap Rumah Viral

News

Menlu Iran Tuduh Netanyahu Dorong AS Perang Lagi demi Hindari Penjara

Humanika

Disorot Soal Larangan Hijab, Ini 7 Fakta Menarik Negara Azerbaijan

MAKI Ungkap Data Perjalanan Nusron Wahid di Malaysia Saat Dipanggil KPK

Olahraga

Widiasih Sumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Para Games 2026

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777