Sekretaris Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Arsyad Hidayat melepas keberangkatan 11 santri untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar pada 2026 (Foto: Kemenag)
Jakarta, Jurnas.com - Sekretaris Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Arsyad Hidayat menyampaikan, peluang santri Indonesia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kelas dunia semakin terbuka lebar, termasuk Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.
Hal tersebut disampaikan Arsyad saat melepas keberangkatan 11 santri dari tiga lembaga pendidikan di Jawa Barat untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar pada 2026. Pelepasan itu digelar di Al Mashduqi Islamic School, Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/10).
Dalam kesempatan itu, dia mengatakan santri memiliki bekal keilmuan, karakter, dan kemandirian untuk bersaing di tingkat internasional. Karena itu, akses pendidikan tinggi perlu terus diperluas agar santri dapat mengembangkan kapasitas diri sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kesempatan santri untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, terbuka lebar. Kemandirian dan semangat kompetisi yang tinggi adalah modal penting santri ketika memasuki dunia pendidikan tinggi maupun dunia kerja,” ujar Arsyad dalam keterangan resmi dikutip Senin (19/10).
Menurutnya, para santri memiliki bekal keilmuan, karakter, dan kemandirian yang dapat menjadi modal penting untuk bersaing di tingkat global. Karena itu, santri perlu terus didorong agar berani mengambil peluang pendidikan yang lebih luas dan mengembangkan kapasitas diri di berbagai bidang.
Sebanyak 11 santri yang dilepas berasal dari tiga lembaga pendidikan yang terafiliasi dengan Paguyuban Alumni Al-Azhar Mesir (PAAM) Jawa Barat. Mereka terdiri atas lima santri Al Mashduqi International Islamic Boarding School (IIBS) Garut, tiga santri Pondok Pesantren Miftahul Khoir Al-Azhar Rancaekek, dan tiga santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Al Furqon Tasikmalaya.
Arsyad mengapresiasi Al Mashduqi Islamic School yang menjadi salah satu lembaga pendidikan dengan akses langsung dari Universitas Al-Azhar dan sejumlah perguruan tinggi internasional lainnya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pesantren memiliki peluang besar untuk terus memperluas jejaring pendidikan dan meningkatkan daya saing lulusannya.
Ia juga mendorong santri agar tidak membatasi pilihan studi hanya pada ilmu agama, tetapi turut menjajaki berbagai disiplin ilmu lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan.
“Al-Azhar adalah sumber ilmu dan ajaran Islam yang moderat. Ini capaian yang luar biasa. Saya berharap para santri juga mengenyam ragam bidang studi lain, tidak hanya bidang agama,” katanya.
Direktur Al Mashduqi Islamic School Garut, Arif Bakhtiar, menjelaskan bahwa pelepasan kali ini merupakan keberangkatan santri angkatan keempat menuju Al-Azhar. Al Mashduqi merupakan satu dari 17 pesantren di Indonesia yang menjadi cabang Ma’had Al-Azhar Kairo, sekaligus satu-satunya di Jawa Barat.
Para santri yang diberangkatkan telah terdaftar sebagai mahasiswa Al-Azhar tahun 2026. Setelah dinyatakan lulus Imtihan Syahadah Ma’had Al-Azhar, mereka dapat melanjutkan studi tanpa mengikuti tes tambahan maupun tahun pembekalan bahasa.
Skema tersebut menjadi salah satu jalur yang dapat dimanfaatkan santri untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri. Dukungan lembaga pendidikan, jejaring alumni, serta persiapan akademik yang terarah menjadi bagian penting dalam membuka akses tersebut.
Senin, 19/10/2026 16:15 WIB
Senin, 19/10/2026 16:05 WIB
Senin, 19/10/2026 15:41 WIB
Sabtu, 17/10/2026 08:35 WIB
Jum'at, 16/10/2026 20:42 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB
Senin, 19/10/2026 13:01 WIB