Pengujian teknologi es kering atau dry ice untuk membantu mengurai kabut asap berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (Foto: BNPB)
Jakarta, Jurnas.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengevaluasi prosedur penyemaian dry ice dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan (Sumsel), menyusul beredarnya video viral yang memperlihatkan dugaan bongkahan es merusak atap rumah warga di Palembang.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan ukuran material yang disemai dari pesawat sesuai ketentuan dan pelaksanaan modifikasi cuaca tetap aman bagi masyarakat, termasuk warga yang berada di bawah jalur penerbangan.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, mengatakan bahan baku dry ice untuk penyemaian awan idealnya berukuran sekitar tiga milimeter. Namun, material yang disimpan dalam ruang pembeku bersuhu sangat rendah berpotensi menyatu hingga membentuk bongkahan.
Siswanto menjelaskan, pada hari pertama uji penyemaian menggunakan teknologi tersebut, lubang pembuangan material di pesawat belum dilengkapi jaring penyaring khusus. Kondisi itu kemudian menjadi bahan evaluasi tim operasional.
Sebagai tindak lanjut, BMKG memasang penyaring dan alat pemecah untuk memastikan ukuran dry ice yang keluar dari pesawat lebih kecil saat disemai ke awan.
“Untuk hari berikutnya itu sudah menjadi evaluasi kami, itu ada penyaring ukurannya sendiri, kemudian ada alat pemecahnya, sehingga ukuran dry ice pada saat disemai sudah kecil,” kata SIswanto dalam keterangannya, Senin (19/10).
Senin, 19/10/2026 16:05 WIB
Senin, 19/10/2026 15:41 WIB
Senin, 19/10/2026 15:32 WIB
Sabtu, 17/10/2026 08:35 WIB
Jum'at, 16/10/2026 20:42 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB
Senin, 19/10/2026 13:01 WIB