Ilustrasi peta Selat Hormuz (Foto: Aljazeera)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul pada Rabu (8/7) mengatakan bahwa negara-negara Eropa memerlukan persetujuan Iran dan Oman untuk meluncurkan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz.
"Jerman, bersama beberapa negara lain, di bawah kepemimpinan Inggris dan Prancis, pada prinsipnya siap terlibat dalam operasi pembersihan ranjau karena hal itu jelas menjadi ancaman bagi semua kapal yang ingin melintasi selat tersebut," katanya kepada Al Jazeera.
Namun, Wadephul mengingatkan agar operasi dapat dimulai, situasi harus kondusif. Untuk itu diperlukan kesepakatan dengan Oman dan Iran agar mereka menyetujui satuan Eropa menjalankan tugas tersebut.
Wadephul juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Ia mendesak Amerika Serikat dan Iran menghentikan permusuhan serta kembali ke meja perundingan.
Pada Rabu dini hari, militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi itu dilakukan sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal niaga di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku.
Iran menuduh Washington melanggar Nota Kesepahaman Islamabad dan melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.
Sumber: Sputnik
Kamis, 09/07/2026 12:57 WIB