Penyerang Al-Ittihad, Karim Benzema Foto: Goal)
Jakarta, Jurnas.com - Piala Dunia selalu menjadi panggung terbesar bagi pesepak bola di seluruh dunia.
Namun, tidak semua pemain bintang mendapat kesempatan untuk tampil di turnamen empat tahunan tersebut.
Entah karena performa menurun, cedera, konflik internal, atau keputusan taktis pelatih, beberapa nama besar kerap tersingkir dari daftar skuad akhir dan menimbulkan perdebatan di kalangan publik.
Meski sedang berada dalam performa bagus bersama Real Madrid, Benzema dikeluarkan dari skuad Prancis karena masalah internal dan kontroversi di luar lapangan. Absennya Benzema menjadi keputusan paling kontroversial Didier Deschamps. Ironisnya, Prancis tetap menjadi juara dunia tanpa kehadirannya.
Haaland adalah salah satu penyerang terbaik dunia, namun ia tidak tampil di Piala Dunia karena Norwegia gagal lolos ke putaran final. Ketajamannya bersama Dortmund dan Manchester City tidak cukup mengangkat performa tim nasional yang masih sangat bergantung pada segelintir pemain bintang.
Salah gagal tampil di Qatar karena Mesir kalah adu penalti dari Senegal pada babak kualifikasi. Absennya Salah menjadi kehilangan besar, mengingat ia merupakan ikon sepak bola Afrika dan salah satu penyerang paling berpengaruh di dunia modern.
Sebagai legenda Spanyol dan Real Madrid, Ramos mengejutkan banyak pihak ketika tidak dipanggil oleh pelatih Luis Enrique untuk Piala Dunia 2022. Enrique memilih kombinasi bek muda seperti Pau Torres dan Laporte, dengan alasan kebugaran serta kebutuhan sistem permainan.
Firmino tampil baik bersama Liverpool, tetapi Tite lebih memilih opsi penyerang lain seperti Gabriel Jesus dan Richarlison. Keputusan itu menuai perdebatan mengingat fleksibilitas Firmino yang dianggap dapat memberikan dimensi berbeda bagi lini depan Brasil.
Meski pernah menjadi salah satu kiper terbaik dunia, Luis Enrique mengejutkan publik dengan tidak memasukkan De Gea ke dalam daftar opsi kiper, bahkan sebelum rilis skuad final. Alasannya: gaya bermain De Gea dianggap tidak cocok dengan sistem build-up dari belakang.
Performa inkonsisten bersama Manchester United membuat Gareth Southgate tidak memasukkan Sancho ke daftar akhir. Padahal, Sancho sebelumnya menjadi bagian penting skuad Inggris di Euro 2020. Keputusannya menjadi perbincangan publik, terutama mengingat Inggris kekurangan kreativitas di sisi sayap.