Ilustrasi mengaktifkan kembali rekening usai terkena phishing (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Di tengah meningkatnya aktivitas digital, kejahatan siber seperti phishing kini makin marak. Modusnya sederhana, pelaku menyamar sebagai pihak resmi bank, toko online, atau lembaga negara, lalu menipu korban untuk memberikan data pribadi atau akses rekening.
Kasus-kasus kehilangan saldo mendadak kini sering terjadi hanya karena seseorang mengklik tautan yang tampak meyakinkan. Bahkan, pesan dengan logo bank pun belum tentu benar-benar dari lembaga terkait.
Jangan mudah percaya pada pesan atau panggilan yang meminta data sensitif seperti PIN, OTP, atau nomor kartu. Bank tidak pernah meminta informasi tersebut secara langsung melalui pesan pribadi.
Perhatikan betul alamat situs yang Anda buka. Situs palsu sering kali meniru tampilan aslinya, hanya berbeda satu huruf atau menggunakan domain aneh. Pastikan selalu ada simbol gembok pada kolom alamat browser sebelum melakukan transaksi.
Hindari mengakses rekening atau melakukan pembayaran melalui Wi-Fi publik. Jaringan umum lebih mudah disusupi, membuat data pribadi bisa dicuri tanpa Anda sadari.
Gunakan antivirus yang aktif dan rutin memperbarui sistem operasi. Tambahkan ekstensi keamanan pada browser agar tautan mencurigakan bisa langsung terdeteksi.
Jika tanpa sengaja Anda sudah mengklik tautan mencurigakan, segera ubah semua password dan hubungi bank untuk memblokir akses sementara. Langkah cepat bisa meminimalkan kerugian.
Dengan begitu, setiap pergerakan dana di rekening Anda akan langsung diketahui. Transparansi ini penting untuk mengantisipasi pembobolan dini.
Sama seperti menjaga dompet fisik, rekening digital pun butuh kewaspadaan ekstra agar tidak jadi sasaran empuk penipuan online.
Dengan tujuh langkah sederhana ini, Anda bisa menikmati dunia digital tanpa cemas saldo tiba-tiba raib karena aksi phishing.
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB