Abraham Samad (Intisari Online)
Jakarta - Tindak pidana pencucian uang adalah jelmaan korupsi yang cukup canggih. Sebab itu, dibutuhkan cara yang tidak biasa untuk memberantas hal tersebut.
Hal itu diungkapkan Mantan Ketua KPK, Abraham Samad dalam Seminar Nasional Pemberantasan Korupsi bertajuk "Peran Penegak Hukum dalam Memberantas Korupsi", di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Sabtu (12/11).
Kecanggihan praktik korupsi saat ini pun dirasa sudah bukan pada level nasional.
"Pencucian uang adalah jelmaan korupsi yang cukup canggih. Uang korupsi bisa uangnya disimpan di Singapur, di Cina," kata Abraham Samad.
Karena itu, tegas Abraham, perlunya sinergisitas antar lembaga penegak hukum Indonesia dengan luar negeri. Hal itu diyakini dapat "mengerem" upaya para koruptor menyimpan uang hasil korupsi di luar negeri.
"Kita harus meratifikasi uncac dengan negara-negara lain. Sehingga tidak bisa menyimpan uangnya di luar negeri," tutur Abraham.
Di sisi lain, kata Abraham, dibutuhkan dukungan pemerintah dan DPR untuk penguatan KPK. Kalau pemberantasan korupsi mau berjalan cepat, lanjut Abraham, KPK harus diperkuat dari segi infrastruktur kelembagaannya.
Kejagung Sita 6 Aset Tanah Milik Bos PT Sritex
"Kalau pemberantasan korupsi mau berjalan cepat, KPK harus diperkuat dari segi infrastruktur kelembagaannya," tandas Abraham.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KPK Korupsi Abraham Samad pencucian uang






















