Rabu, 03/06/2026 16:59 WIB

Korsel-AS Mulai Bahas Kerja Sama Nuklir Pekan Ini





Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menyelenggarakan pembicaraan perdana pekan ini, untuk membahas kerja sama nuklir

Uranium (Wikipedia/Russia Today)

Seoul, Jurnas.com - Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menyelenggarakan pembicaraan perdana pekan ini, untuk membahas kerja sama nuklir berdasarkan lembar fakta bersama tentang keamanan, yang disepakati oleh Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Selatan Lee Jae Myung tahun lalu.

Pembicaraan yang digelar pada Selasa dan Rabu itu dijadwalkan untuk membahas upaya Seoul dalam memperluas pengayaan uranium dan hak pengolahan ulang bahan bakar bekas, guna mendukung rencananya membangun kapal selam bertenaga nuklir, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan sebelumnya.

Delegasi Korea Selatan dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Park Yoon-joo, sementara Washington mengirimkan Allison Hooker, wakil menteri luar negeri untuk urusan politik.

Juru bicara kementerian, Park Il, mengatakan bahwa agenda pertemuan tersebut mencakup isu perluasan hak pengayaan dan pengolahan ulang, serta isu kapal selam bertenaga nuklir.

Dia melanjutkan bahwa pengayaan dan pengolahan ulang terkait dengan revisi perjanjian nuklir yang ada, dan "semata-mata untuk tujuan sipil dan komersial."

Sebaliknya, kapal selam bertenaga nuklir akan membutuhkan jalur terpisah karena melibatkan penggunaan material nuklir untuk keperluan militer.

"Karena kapal selam bertenaga nuklir berkaitan dengan penggunaan energi nuklir untuk keperluan militer, perjanjian terpisah akan diperlukan berdasarkan hukum energi AS," kata Park dikutip dari Reuters pada Rabu (6/3).

Kedua negara sepakat untuk berupaya menghasilkan hasil yang substantif sesegera mungkin, menetapkan kerangka kerja untuk meninjau kemajuan selama tahun ini, dan mempercepat konsultasi di masa mendatang.

Lembar fakta bersama AS-Korea Selatan yang dikeluarkan pada November lalu menyatakan bahwa Washington mendukung proses yang dapat mengarah pada pengayaan uranium sipil, dan pengolahan ulang bahan bakar bekas oleh Korea Selatan untuk penggunaan damai.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa AS telah menyetujui pembangunan kapal selam serang bertenaga nuklir oleh Korea Selatan, dan akan bekerja sama dengan Seoul mengenai persyaratan, termasuk pengadaan bahan bakar.

Diketahui, Korsel berambisi meluncurkan kapal selam bertenaga nuklir pertamanya pada pertengahan tahun 2030-an, menggunakan bahan bakar uranium yang diperkaya rendah, dan membangun kapal tersebut di dalam negeri.

Berdasarkan perjanjian nuklir saat ini di antara kedua negara, Korsel tidak diizinkan untuk mengolah kembali bahan bakar nuklir bekas, atau memperkaya uranium untuk keperluan militer, meskipun negara tersebut memiliki reaktor nuklir untuk menghasilkan listrik.

KEYWORD :

Nuklir Korsel Korea Selatan Pengayaan Uranium Korea




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :