Presiden Jokowi
Jakarta - Kehadiran Presiden Jokowi di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) soal adanya operasi tangkap tangan (OTT) senilai belasan juta menjadi polemik. Jokowi pun diminta agar tidak mengikuti jejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/10). Menurutnya, Jokowi harus membuktikan reformasi hukum secara nyata. Sehingga, kehadiran Jokowi di Kemenhub tidak dimaknai masyarakat seperti halnya blusukan yang tidak ada hasilnya."Yang penting itu kita serius tidak? Kalau serius tunjukkan dong hasilnya. Jangan kayak KPK tangkap Menteri Agama katanya mau berantas mafia haji, tapi mana mafianya? Tankap Menteri ESDM, katanya mau berantas mafia migas, mana mafianya? Kasus import sapi, gula dan lain-lain katanya mau bongkar mafianya, tapi mana mafianya?" kata Fahri.Untuk itu, Fahri mengimbau Jokowi jika memang mencanangkan reformasi hukum, agar berbicara terbuka mengenai konsep reformasi hukum yang dimaksud.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Presiden Jokowi Pungli Pungutan Liar Kementerian Perhubungan Kemenhub KPK Jurnas.com

























