Jum'at, 17/04/2026 06:19 WIB

"Selamat Tinggal, Inggris!"





Artinya, hubungan yang terjalin antara Inggris dan Uni Eropa sejak 46 tahun terakhir, resmi putus hubungan.

Brexit

Brussels – “Selamat tinggal, Inggris!” demikian sepenggal kalimat untuk Inggris, pasca Uni Eropa menyetujui proposal Britain Exit atau Brexit, pada Minggu (25/11). Artinya, hubungan yang terjalin antara Inggris dan Uni Eropa sejak 46 tahun terakhir, resmi putus hubungan.

“Ini merupakan hubungan utilitarian sejak 1973, dan penekanannya selalu pada dimensia ekonomi, bukan politik,” kata profesor sejarah Inggris kontemporer di Universitas Sorbonne Paris, Pauline Schnapper dilansir dari AFP.

“Dimensi sentimental hampir tidak ada,” imbuuhnya.

Diketahui, dua tahun lalu, lewat sebuah referendum, Inggris memutuskan bercerai dengan Uni Eropa, badan yang sebelumnya didirikan pasca Perang Dunia ke-2, dengan semangat rekonsiliasi.

Sebaliknya, negara kerajaan tersebut memilih fokus pada hubungan khususnya dengan Amerika Serikat, dan sisa-sisa kekaisarannya.

Salah satu alasan Inggris berpisah yakni persoalan ekonomi, di mana Inggris keberatan dengan kebijakan Uni Eropa, yakni penerapan iuran tinggi bagi negara dengan finansial besar seperti Inggris, Prancis, dan Jerman.

Akan tetapi Yunani, Hungaria, dan Polandia yang notabene negara berpendapatan kecil, dapat membayar dengan jumlah iuran yang lebih rendah.

Awalnya ketetapan itu diterima, namun pada 1960-an, kekayaan Inggris perlahan memburuk. Pertumbuhan ekonominya mulai tertinggal dari Prancis dan Jerman.

Dengan demikian, muncul pandangan untuk menciptakan pasar tunggal alias berpisah dari Uni Eropa yang dulunya bernama Masyarakat Ekonomi Eropa (EEC).

Sebelum melakukan referendum pada 2016 silam, Parlemen Inggris pernah mengajukan referendum yang sama pada 1975. Namun pada saat itu, 67 persen rakyat Inggris memilih tetap tinggal di EEC.

KEYWORD :

Brexit Uni Eropa Britain Exit Inggris




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :