Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X
Jakarta - Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol negara yang hingga saat ini belum seutuhnya berjalan dengan baik. Untuk itu, amandemen UUD 1945 dinilai perlu dilakukan.
Demikian disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat acara Press Gatehering Pimpinan MPR dengan Wartawan Parlemen di Yogyakarta, Jumat (19/10).Menurutnya, dalam rangka membangun bangsa dan negara saja, sejumlah elite masih bicara soal mayoritas dan minoritas. Dimana, ketika berada di oposisi bukan berarti tidak bisa masuk dalam kabinet pemerintahan."Makanya bagi saya sangat penting UUD yang sudah diamandemen lima kali itu perlu diamandemen lagi. Karena di situ Bhineka Tunggal Ika dikatakan simbol negara," kata Sultan.Baca juga :
8 Kriteria Juri Profesional yang Wajib Diketahui
Padahal, kata Sultan, bangsa Indonesia dibangun berdasarkan negara kesatuan republik yang memang bhineka tunggal ika. Menurutnya, dalam kebersamaan membangun, dari yang berbeda-beda itu menyatakan diri satu."Jika Pancasila pun bukan kesatuan Indonesia, tapi Persatuan Indonesia. Sehingga yang kecil apa pun, parpol maupun etniknya tetap menjadi bagian besar negara Indonesia," katanya.
8 Kriteria Juri Profesional yang Wajib Diketahui
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta MPR Empat Pilar Press Gatehering


























