Sabtu, 18/04/2026 13:51 WIB

Menaker: Mayoritas Skill Pekerja Tak Sesuai Pasar Kerja





Menurut Hanif ketidaknyambungan itulah yang membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga berpengaruh terhadap kesehahteraan mereka.

Menaker Hanif Dhakiri sesaat sebelum membuka laga final Liga Pekerja Indonesia di Stadion Brojonegoro, Jakarta, Selasa (01/05). Foto: Alibas jurnas.com

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) menyebut salah satu permasalahan yang dihadapi mayoritas pekerja Indonesia saat ini ialah ketidaknyambungan antara skill yang dimiliki dengan pasar kerja yang tersedia.

"Kita kan punya problem angkatan kerja yang sebanyak 2,8 juta jiwa pertahun. Itu yang mengalami missmatch jadi tidak nyambung antara skill dengan kebutuhan di pasar kerja dan juga under kualifikasi karena berbagai faktor," ujar Hanif kepada wartawan seusai membuka laga final Lipesia di stadion kuningan Jakarta, Selasa (01/05).

Menurut Hanif ketidaknyambungan itulah yang membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga berpengaruh terhadap kesehahteraan mereka.

"Oleh karenanya mereka harus dibantu untuk mendapatkan skill, agar bisa mendapat peluang kerja," tambahnya.

Politisi PKB menambahkan, permasalahan lainnya yang dihadapi para pekerja saat ini ialah kelompok kerja yang tidak memiliki karir dalam pekerjaannya.

Menurutnya, salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi hal tersebut ialah kurangnya pendidikan. "Apalagi mayoritas para pekerja hanya lulusan SD-SMP," katanya.

"Mereka ini tidak punya karir, jadi karena keterbatasan pendidikan, rata-rata pendidikannya hanya SD-SMP. Itu sekitar 60 persen dari 128 persen angkatan kerja kita. Jadi mayoritas kalau mereka masuk ke industri padata karya mereka nggak punya karir," lanjutnya.

"Nah yang nggak punya karir ini kita berikan pelatihan sehingga mereka bisa ikut upskilling, agar mereka bisa meningkatnya skillnya, jabatannya meningkat dan upahnya juga meningkat. In the end kesejahteraannya juga meningkat."

KEYWORD :

Info Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri Menaker Buruh




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :