presiden jokowi dan Ketum Golkar Setya Novanto
Jakarta - Presiden Jokowi berpotensi untuk mengambil alih kursi Ketua Umum Partai Golkar untuk menggantikan posisi Setya Novanto. Hal itu setelah Novanto ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, ketika dihubungi, Jakarta, Selasa (28/11). Menurutnya, Jokowi memiliki peluang besar untuk memimpin Golkar. "Sebaiknya Jokowi (ambil alih Golkar), Presiden dan tidak ada dengan persoalan hukum dan Golkar pun akan terbantu, justru akan menaikkan elektoral," kata Pangi.Hal itu, kata Pangi, mengingat tradisi Golkar sebagai partai kekaryaan yang kerap berada di pemerintahan.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Ketum Golkar Setya Novanto Presiden Jokowi





















