Keluarga muslim Rohingnya, Myanmar
Jakarta - Tokoh Myanmar Aung San Suu Kyi dinilai tidak pantas menerima nobel perdamaian dunia. Sebab, San Suu Kyi turut membiarkan kebrutalan militer Myanmar terkait pembantaian terhadap warga muslim Rohingya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengatakan, San Suu Kyi tidak mampu berbuat banyak atas pembantaian tersebut. Menurutnya, San Suu Kyi sebagai produk dari sistem feodal."Dia itu produk sistem feodal, anak dari perdana menteri pertama (Myanmar), anak pendiri negara," kata Jimly, di Jakarta, Jumat (1/9).Padahal, kata Jimly, Suu Kyi menerima Nobel Perdamaian karena perjuangan anti-kekerasan untuk demokrasi dan hak asasi manusia. "Dia tak memperjuangkan nilai kemanusiaan, tapi hanya memperjuangkan dirinya sendiri," tegasnya.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Rohingya Myanmar DPR Kejahatan Kemanusiaan























