Seorang aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membentang poster saat mengikuti aksi dukungan di depan gedung Merah Putih KPK.
Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pesimis kasus teror yang menimpanya dapat diungkap Polri. Terlebih hingga saat ini hari 116 pascapenyerangan, polisi tidak memberikan titik terang.
"Saat ini Novel pesimis bisa diungkap Polri," kata Ketum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8/2017).Bukan tanpa alasan Novel pesimis kasusnya bisa diungkap polisi. Sebab, kata Dahnil, Novel melihat banyak keganjilan dalam pengusutan kasus ini. "Apalagi dulu kan novel itu penyidik Polisi jadi tahu SOP penyidikan," ungkap dia."Makanya kami dorong pembentukan Tm Gabungan Pencari Fakta (TGPF)," tegas Dahnil.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Novel Baswedan KPK Polri




























