Tanda Tesla dipajang di ruang pamer Tesla di Malmo, Swedia, 14 Desember 2023. REUTERS
Beijing, Jurnas.com - Tesla bersama delapan produsen otomotif lainnya mengumumkan penarikan kembali (recall) secara massal untuk sekitar 4,3 juta kendaraan di China pada Jumat (21/8) kemarin.
Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran terkait pintu kendaraan yang sulit dibuka saat kondisi darurat, sekaligus mencatatkan rekor recall otomotif terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Perbaikan yang akan dilakukan meliputi pembaruan perangkat lunak (software update), pemasangan label peringatan, hingga penyempurnaan penanda di sekitar gagang pintu, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Sabtu (22/8).
Langkah ini diambil seiring ketatnya pengawasan pemerintah China terhadap industri kendaraan listrik (EV) serta penerapan standar keselamatan yang lebih ketat, di tengah sengitnya perang harga dan peluncuran berbagai teknologi baru di pasar otomotif terbesar di dunia tersebut.
China juga mengumumkan rencana larangan penggunaan gagang pintu tersembunyi mulai 2027. Kebijakan ini menjadikan Beijing sebagai negara pertama yang menghapus desain yang populer dipelopori oleh Tesla, dan diadopsi secara luas oleh para pembuat kendaraan listrik domestik China.
Regulator menilai tuas tersebut sulit ditemukan atau dioperasikan saat terjadi kecelakaan, sebuah kendala yang memicu sorotan tajam setelah munculnya beberapa insiden penumpang yang terjebak di dalam kendaraan yang terbakar.
Dikatakan, penarikan skala besar kali ini mencerminkan tingginya populasi kendaraan di China, serta tindakan tegas regulator terhadap potensi cacat keselamatan pada kendaraan modern berbasis perangkat lunak.
Para produsen otomotif, termasuk Tesla dan Xiaomi, akan memasang label penanda tuas darurat secara gratis, serta meluncurkan pembaruan perangkat lunak jarak jauh.
Tesla mencatatkan jumlah penarikan terbesar, yakni mencapai 2,98 juta unit kendaraan impor maupun buatan China untuk Model 3, Model Y, Model S, dan Model X yang akan dimulai pada 25 September mendatang.
Tesla menjelaskan bahwa tuas pembuka pintu mekanis darurat dapat sulit diidentifikasi pascakecelakaan parah dan kegagalan sistem kelistrikan, yang berpotensi menghambat evakuasi penumpang maupun akses tim penyelamat.
Solusi dari Tesla mencakup penambahan label peringatan, serta pembaruan sistem yang akan menurunkan kaca jendela kendaraan secara otomatis saat terjadi benturan.
Selain Tesla, produsen lain seperti Xiaomi menarik sekitar 390.000 kendaraan, Leapmotor sebanyak 371.000 unit, dan Xpeng sekitar 264.000 unit.
Leapmotor mengonfirmasi bahwa pembaruan tersebut hanya melibatkan penambahan label peringatan dan peningkatan perangkat lunak kontrol kaca jendela. Langkah ini diambil sesuai dengan prosedur penarikan resmi sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada para pengguna.
Meskipun melibatkan jutaan unit, dampak biaya dari tindakan ini diperkirakan relatif terbatas mengingat penggunaan pembaruan sistem secara nirkabel dapat mengurangi durasi dan biaya operasional, jika dibandingkan dengan kasus penarikan fisik secara konvensional.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Recall Mobil China Penarikan Massal Tesla Gagang Pintu Mobil EV


























