Ilustrasi - Kapal perang HMS Dragon milik Inggris (Foto: EPA)
London, Jurnas.com - Pemerintah Inggris menyatakan kesiapan untuk mengerahkan kekuatan militernya guna menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang belakangan menjadi sorotan akibat meningkatnya ketegangan kawasan.
Kementerian Pertahanan Inggris pada Selasa (14/5) mengungkapkan bahwa operasi tersebut akan melibatkan kapal perang, kapal penyapu ranjau tanpa awak, hingga jet tempur modern.
Langkah ini menjadi bagian dari misi internasional untuk memastikan arus perdagangan dan distribusi energi global tetap berjalan lancar.
Trump Yakin Perang Lawan Iran Segera Berakhir
Dalam pertemuan para menteri pertahanan yang diprakarsai Inggris bersama France, sekitar 40 negara dilaporkan ikut membahas strategi pengamanan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan dunia.
Pemerintah Inggris menyebut akan mengirim sistem pemburu ranjau otonom, teknologi anti-drone terbaru, jet tempur Typhoon, serta kapal perusak HMS Dragon guna memperkuat operasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Selain pengerahan militer, London juga mengalokasikan dana sekitar 115 juta pound sterling atau setara Rp2,7 triliun untuk pengembangan teknologi pesawat nirawak militer.
Anggaran tersebut termasuk untuk pengoperasian kapal drone Kraken yang menggunakan sistem modular Beehive.
Inggris juga tengah memodernisasi kapal RFA Lyme Bay agar dapat difungsikan sebagai kapal induk bagi armada drone.
Sementara itu, HMS Dragon yang telah dibekali sistem pertahanan anti-drone dilaporkan sudah lebih dulu bergerak menuju Timur Tengah untuk memperkuat pengamanan wilayah strategis tersebut.
Ketegangan yang meningkat di sekitar Iran dalam beberapa waktu terakhir disebut memicu gangguan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Jalur laut tersebut merupakan salah satu titik terpenting bagi distribusi minyak mentah dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke berbagai negara.
Gangguan di kawasan itu juga berdampak terhadap pasokan energi global dan memicu kenaikan harga bahan bakar serta sejumlah produk industri di berbagai negara. (Sputnik/RIA Novosti)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pemerintah Inggris Selat Hormus Kapal Perang Jet Tempur Konflik Timur Tengah


























