Minggu, 19/04/2026 19:24 WIB

Zelensky Geram Trump Longgarkan Sanksi Minyak Rusia





Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pelonggaran sanksi minyak Rusia yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky (Foto: AFP)

Kyiv, Jurnas.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pelonggaran sanksi minyak Rusia yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Protes ini muncul setelah pemerintahan Donald Trump memperpanjang dispensasi sanksi guna meredam lonjakan harga energi global yang dipicu oleh perang di Timur Tengah.

Melalui unggahan di platform X pada Minggu (19/4), Zelensky menilai bahwa pendapatan dari sektor minyak merupakan motor utama mesin perang Moskow, sebagaimana dikutip dari AFP.

"Setiap dolar yang dibayarkan untuk minyak Rusia adalah uang untuk perang," tulis Zelensky. Dia mengatakan miliaran dolar tersebut dikonversi menjadi serangan yang menghancurkan Ukraina.

Meskipun tidak menyebut Amerika Serikat secara eksplisit, kecaman tersebut ditujukan pada keputusan Washington yang merilis pengecualian sanksi selama satu bulan pada Jumat lalu. Kebijakan ini mengizinkan penjualan minyak dan produk minyak bumi Rusia yang saat ini sedang berada di laut.

Langkah Departemen Keuangan AS ini mengejutkan banyak pihak karena muncul hanya dua hari setelah Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan bahwa Washington tidak akan memperbarui dispensasi tersebut.

Namun, tekanan untuk menurunkan harga bahan bakar menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) diduga kuat menjadi motif utama pemerintahan Trump.

Zelensky mengungkapkan data bahwa saat ini terdapat lebih dari 110 kapal tanker yang membawa minyak Rusia di laut, mengangkut lebih dari 12 juta ton minyak mentah yang melanggar sanksi internasional.

"Itu setara dengan $10 miliar, sumber daya yang langsung diubah menjadi serangan baru terhadap Ukraina," dia menambahkan.

Kebijakan Trump ini juga memicu kemarahan dari internal AS, khususnya dari Partai Demokrat. Senator Jeanne Shaheen, Chuck Schumer, dan Elizabeth Warren merilis pernyataan bersama yang menyebut langkah tersebut sebagai tindakan memalukan.

Hubungan Zelensky dan Trump sendiri tetap berada dalam posisi yang sensitif. Di satu sisi, Ukraina sangat bergantung pada dukungan AS untuk melawan invasi Rusia, namun di sisi lain, Kyiv menghadapi tekanan besar dari pemerintahan Trump untuk segera menandatangani kesepakatan damai guna mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun tersebut.

KEYWORD :

Sanksi Minyak Rusia Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Donald Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :