Minggu, 19/04/2026 09:36 WIB

Suhu di Bangkok Konsisten di Level "Bahaya" sejak 1 April





Kota Bangkok masih berada dalam cengkeraman cuaca panas ekstrem yang mengancam kesehatan publik.

Wisatawan di Kota Bangkok, Thailand (Foto: EPA)

Bangkok, Jurnas.com - Kota Bangkok masih berada dalam cengkeraman cuaca panas ekstrem yang mengancam kesehatan publik. Departemen Lingkungan Bangkok melaporkan bahwa pada Sabtu (18/4), indeks panas kota tersebut kembali masuk dalam kategori "Bahaya".

Dikutip dari The Straits Times pada Minggu (19/4), hal ini menandai hari ke-18 berturut-turut sejak 1 April ibu kota Thailand tersebut menetap di zona risiko kesehatan.

Berbeda dengan suhu udara biasa, indeks panas mengukur suhu yang benar-benar dirasakan tubuh manusia dengan menggabungkan suhu udara dan kelembapan relatif. Metode ini dianggap sebagai refleksi yang lebih akurat terhadap tingkat stres panas yang dialami tubuh manusia.

Otoritas Administrasi Metropolitan Bangkok (BMA) mengategorikan indeks panas antara 42°C hingga 51,9°C sebagai level "Bahaya". Pada tingkat ini, risiko gejala kesehatan meningkat tajam, mulai dari kelelahan, pusing, ruam kulit, hingga kram otot. Dalam kasus yang lebih serius, kondisi ini dapat memicu serangan panas (heatstroke) yang berpotensi mengancam nyawa.

Terdapat empat kategori tingkat peringatan panas menurut BMA. Pertama, waspada yang berkisar di antara 27°C - 32,9°C. Pada kategori ini, masyarakat diminta memantau peringatan panas dan rutin minum air putih.

Kedua, peringatan yang berkisar di antara 33°C - 41,9°C. Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan antara pukul 11.00 hingga 15.00.

Ketiga, level bahaya yakni suhu 42°C - 51,9°C. Terjadi risiko gangguan kesehatan yang meningkat drastis, sehingga harus memantau kondisi tubuh secara ketat.

Terakhir, diatas 52°C atau level bahaya ekstrem. Seluruh aktivitas luar ruangan harus dihentikan total.

Pemerintah setempat mendesak masyarakat umum, terutama kelompok rentan, untuk memantau kesehatan mereka secara cermat. Kelompok rentan tersebut meliputi anak-anak, lansia, wanita hamil, penderita penyakit kronis, pengidap obesitas, pekerja luar ruangan, hingga turis.

Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas luar ruangan di siang hari dan segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala yang tidak biasa. Durasi panas ekstrem yang berkepanjangan ini menggarisbawahi tekanan yang terus meningkat pada sektor kesehatan publik di Bangkok akibat intensitas cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

KEYWORD :

Suhu Panas Ekstrem Kota Bangkok Thailand Panas




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :