Titiek Soeharto
Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical berbeda pilihan dengan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) di Pilkada DKI Jakarta.
Dimana, Ical yang juga sebagai mantan Ketua Umum Partai Golkar mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno semantara Setnov mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat.Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Titiek Soeharto mengatakan, perbedaan pilihan di partai politik sebagai hal yang biasa. Ia mencontohkan, ketika Pilpres 2014 sejumlah elite Golkar berbeda pilihan dengan Ical.Baca juga :
Komisi II DPR Target Bahas RUU Pemilu di 2026
"Ngga masalah, dulu kan perbedaan pilihan suatu partai biasa, dulu waktu pak Ical jadi ketum, waktu pilpres banyak yang berbeda pilihan, ngga usah dievaluasi," kata Titiek, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/4).
Komisi II DPR Target Bahas RUU Pemilu di 2026
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pilkada DKI Jakarta Anies-Sandi Golkar


























