Selasa, 21/04/2026 07:20 WIB

2024, BEI Bidik IPO 62 Perusahan dan 2 Juta Investor





Untuk tahun depan BEI juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) senilai Rp 12,25 triliun

Ilustrasi IHSG. (Foto: idxchannel.com)

Jakarta, Jurnas.com - Otoritas Pasar Modal Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses catatkan rekor jumlah penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham tertinggi sepanjang sejarah dengan 79 emiten.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, sejalan dengan rekor tersebut, pada tahun 2024 mendatang, BEI menargetkan 62 perusahaan IPO dibarengi dengan tambahan 2 juta investor.

“Kalau kita bicara IPO saham tahun depan itu 61 atau 62 ya, nah jumlah investor baru kita menargetkan 2 juta investor,” ujar Iman, Jumat (29/12/2023).

Secara total, termasuk di dalamnya IPO, BEI menargetkan pencatatan efek baru yang terdiri dari pencatatan saham, efek bersifat utang dan sukuk (EBUS), serta rights issue sebanyak 230 pencatatan pada 2024.

“Tapi secara total produknya itu 230 (pencatatan), jadi tahun ini sudah 385 (pencatatan), nah ini bagian besar karena structure warrant,” kata Iman.

Target tersebut naik dari target revisi tahun ini sebanyak 200 pencatatan, namun turun signifikan dari realisasi tahun ini yang telah mencapai 385 pencatatan hingga 27 Desember 2023.

Sementara itu target penambahan investor tahun depan dipatok di angka 2 juta investor baru, turun dari target revisi tahun 2023 di angka 2,5 juta investor, namun di atas realisasi sepanjang tahun yang mencapai 1,8 juta investor.

Untuk tahun depan BEI juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) senilai Rp 12,25 triliun. Angka tersebut naik 14% dari angka revisi dan realisasi tahun ini yang berada di angka Rp 10,75 triliun.

KEYWORD :

BEI Emiten IPO




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :