Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah. (Foto: Dok. Mina News)
Jakarta, Jurnas.com - Setelah diumumkannya Daftar Calon Tetap (DCT) Caleg DPR RI untuk Pemilu 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum RI, PKS menjadi satu-satunya partai yang memenuhi 30 persen penempatan perempuan dalam DCT DPR RI nya pada semua dapil. Dari 84 dapil yang tersedia, PKS menempatkan 213 perempuan dari 367 calon anggota DPR RI.
“Alhamdulillah, ini adalah pencapaian yang patut disyukuri. Karena ini adalah implementasi dari amanah Undang-undang No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu sekaligus merupakan kesungguhan dukungan PKS pada penguatan peran perempuan di dunia politik. Dan alhamdulillah PKS sejak 2004 sudah konsisten mengimplementasi UU pemilu ini dengan selalu menempatkan lebih dari 30 persen kuota perempuan pada DCT DPR RI,” ungkap Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah kepada wartawan, Sabtu (11/11).
Karena itulah anggota DPR RI sejak 2009 ini menyampaikan ucapan terima kasihnya pada pihak-pihak yang telah berhasil mendukung terpenuhinya kuota 30 persen dari PKS pada DCT Caleg DPR RI.
“Yang pertama tentulah kami sangat berterima kasih kepada para perempuan caleg DPR RI yang telah siap berjuang bersama PKS untuk memenangkan pemilu. Kedua tak lupa terima kasih pada tim sekretariat DPP PKS yang telah bekerja keras memastikan para caleg ini memenuhi syarat administrasi hingga lolos tahapan DCT,” katanya.
Ungkapan rasa syukur dan terima kasih ini disampaikan Ledia mengingat menempatkan perempuan sebagai calon anggota legislatif DPR RI memang bukan perkara mudah.
“Menempatkan perempuan sebagai caleg DPR RI tentu bukan sekedar ada kepentingan memenuhi jumlah. Sebagaimana caleg laki-laki penentuan caleg perempuan juga harus memenuhi pertimbangan lain seperti diantaranya soal kapabilitas, popularitas dan elektabilitas. Berikutnya juga soal kemauan dari para perempuan itu sendiri. Dari yang sudah memenuhi kriteria pun belum tentu mau maju sebagai caleg. Perlu pendekatan khusus pula untuk bisa menyakinkan, menguatkan para perempuan yang memiliki kemampuan ini untuk siap berkontribusi pada negeri lewat jalur politik,” jelas Ledia.
Berdasarkan kenyataan di lapangan itulah maka anggota Komisi X DPR RI yang pada Pemilu 2024 nanti akan maju kembali sebagai caleg DPR RI dari dapil Kota Bandung Kota Cimahi ini mengingatkan semua pihak untuk menyiapkan kaum perempuan sebagai calon-calon politisi sejak awal.
“Pendidikan politik harus merata dilakukan termasuk kepada kaum perempuan. Bisa dari kampus, organisasi kemasyarakat namun utamanya juga dari partai politik yang punya tanggungjawab untuk membangun pendidikan politik. Sehingga para perempuan tidak hanya diincar saat mendekati pemilu tapi sudah diberikan kesadaran, pemahaman, kesiapan hingga dilatih untuk siap berkontribusi pada negeri ini lewat jalur politik jauh sebelum pemilu berlangsung,” jelasnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi X PKS Ledia Hanifa keterwakilan perempuan 30 persen




















