Sabtu, 18/04/2026 01:23 WIB

Muncul Virus Mirip Covid-19 di India, Belum Ada Obatnya





Kini muncul satu lagi penyakit baru yang disebut mirip Covid-19. Penyakit ini muncul dari India bagian selatan dan diberi nama virus Nipah.

Illustrasi Covid-19 (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Meski pandemi telah berakhir, kini muncul satu lagi penyakit baru yang disebut mirip Covid-19. Penyakit ini muncul dari India bagian selatan dan diberi nama virus Nipah. Virus Nipah kini diketahui sudah menewaskan dua orang.

Diketahui, virus Nipah ditemukan sejak tahun 1990-an. Korban kemarin menandakan penemuan wabah keempat sejak penyakit ini ditemukan.

Dikutip dari The Guardian pada Selasa (19/9), Nipah diklaim sebagai virus langka yang ditularkan oleh kelelawar. Penyakit ini memiliki kesamaan dengan Covid-19 karena disebabkan hewan tersebut.

Apabila seseorang tertular virus nipah akan mengalami gejala seperti demam, muntah, dan infeksi saluran pernapasan pada manusia. Bahkan, untuk kasus yang parah dapat menyebabkan kejang dan ensefalitis, peradangan otak, serta mengakibatkan koma.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memberikan data mengenai penyakit ini. Disebutkan Nipah memiliki angka kematian tinggi yakni mencapai 40-75 persen.

Lebih menyeramkan lagi, penyakit ini belum ditemukan vaksin dan belum ditemukan juga pengobatan yang bisa dilakukan oleh si pasien.

Penyebaran Virus Nipah

Ahli Molekuler di Universitas Sunshine Coast, Joanne Macdonald menjelaskan jika penularan dari penyakit ini bisa disebabkan berbagai hal.

"Ini dibawa oleh kelelawar buah yang hinggap di puncak pohon. Mereka bisa buang air kecil dan mencemari buah. Dan ketika orang memakannya, mereka tertular virus dan kemudian jatuh sakit," kata dia.

Nipah masuk dalam salah satu jenis Henipavirus yang berkerabat dengan virus Hendra. Hendra sendiri adalah virus yang ditemukan di Australia yang menyebabkan kematian pada manusia dan kuda.

Wabah Nipah pertama pada tahun 1998 menginfeksi hampir 300 orang di Malaysia, yang menewaskan lebih dari 100 orang, dan mendorong pemusnahan satu juta babi dalam upaya membendung virus tersebut.

Selain itu, penyakit ini juga menyebar ke Singapura, dengan 11 kasus dan satu kematian terjadi di antara pekerja rumah potong hewan yang melakukan kontak dengan babi yang diimpor dari Malaysia.

Sejak itu, penyakit ini tercatat di Bangladesh dan India. Kedua negara tersebut melaporkan wabah pertama mereka pada tahun 2001. Bangladesh telah menanggung beban terberat dalam beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari 100 orang meninggal karena Nipah sejak tahun 2001.

Kemudian, lebih dari 600 kasus infeksi virus Nipah pada manusia dilaporkan antara tahun 1998 hingga 2015, berdasarkan data WHO.

Dua wabah awal di India menewaskan lebih dari 50 orang sebelum akhirnya dapat dikendalikan. Ini menandai wabah Nipah keempat yang tercatat di Kerala dalam lima tahun, setelah kejadian lain pada tahun 2018, 2019, dan 2021.

KEYWORD :

Nipah India Obat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :