Kamis, 07/05/2026 18:56 WIB

Polarisasi Agama di India Menguat, Muslim Solid Dukung Oposisi





Hasil pemilihan umum di empat negara bagian India baru-baru ini menunjukkan tren pengerasan polarisasi agama yang signifikan.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan pidato di Forum Ekonomi India-Jepang di Tokyo, Jepang, 29 Agustus 2025. REUTERS

New Delhi, Jurnas.com - Hasil pemilihan umum di empat negara bagian India baru-baru ini menunjukkan tren pengerasan polarisasi agama yang signifikan. Partai Congress, sebagai oposisi utama, mendapatkan dukungan yang semakin kuat dari pemilih Muslim, sementara pemilih Hindu setia mendukung Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Tren fragmentasi pemilih ini dinilai para analis semakin memperluas dominasi BJP di seluruh negeri, mengingat populasi umat Hindu mencapai hampir 80 persen dari 1,42 miliar penduduk India, dibandingkan dengan umat Muslim yang hanya sekitar 14 persen.

“Kebangkitan BJP telah menyebabkan konsolidasi pemilih Muslim di belakang partai-partai yang disebut sekuler, khususnya Congress—sebuah bentuk polarisasi terbalik sedang terjadi,” kata pengamat politik Observer Research Foundation, Rasheed Kidwai dikutip dari Reuters pada Kamis (7/5).

Kekuatan dukungan Muslim terhadap Congress terlihat sangat jelas di negara bagian Assam. Dari 19 anggota legislatif terpilih dari partai tersebut, 18 di antaranya berasal dari komunitas Muslim.

Sebaliknya, partai berbasis massa Muslim seperti All India United Democratic Front (AIUDF) justru mengalami keruntuhan perolehan kursi, karena pemilih cenderung memilih partai besar yang dianggap mampu melawan dominasi BJP di tingkat pusat.

“Argumen yang muncul adalah hanya partai dengan kekuatan untuk melawan BJP di pusat yang pada akhirnya dapat mengatasi kekhawatiran ini. Ini tidak benar, tetapi pemilih mempercayainya karena mereka merasa takut,” ujar Ketua AIUDF di Assam, Badruddin Ajmal.

Di sisi lain, kemenangan BJP di berbagai wilayah, termasuk kemenangan pertama mereka di Benggala Barat, diklaim oleh para pemimpinnya sebagai kemenangan ideologi Hindutva. Suvendu Adhikari, calon menteri utama Benggala dari BJP, menegaskan bahwa dukungan Hindu adalah kunci kemenangan mereka.

Meskipun PM Narendra Modi membantah memainkan kartu agama dalam politiknya dan berjanji untuk tidak membeda-bedakan warga, para analis memperingatkan bahwa retorika komunal menjadi jauh lebih mencolok di bawah rezimnya.

Narasi India sebagai Hindu Rashtra (Bangsa Hindu) dinilai semakin tertanam dalam kesadaran publik, yang dalam jangka panjang berpotensi mengubah wajah demokrasi sekuler India secara fundamental.

KEYWORD :

Politik India Polarisasi Agama Pemilu India 2026




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :