Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Firli Bahuri.
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana membentuk tim khusus untuk mengecek kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe.
Lukas Enembe dikabarkan sedang sakit, sehingga tidak bisa menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi oleh KPK.
“Kita baru rapat, tim baru rapat kecil. Tapi, tim itu sudah segera terbentuk. Nanti kalau sudah terbentuk, maka tim ini akan melakukan agenda kegiatan,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri di Jakarta, Selasa (18/10).
Menurut Firli, tim tersebut juga akan membantu kesehatan Lukas agar segera bisa memberikan keterangan di hadapan penyidik KPK.
"Melakukan untuk memastikan dan sekaligus membantu pemulihan kesehatan para pihak yang keterangannya dibutuhkan oleh KPK, terutama terhadap hak-hak tersangka harus kita penuhi. saya kira itu ya," jelasnya Firli.
Sebelumnya, Tim kuasa hukum Lukas Enembe telah membawa dokter pribadi Lukas Enembe untuk menjelaskan hasil pemeriksaan dua dokter ahli spesialis dari Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura kepada dokter dari KPK, Senin (17/10).
Anton Mote, dokter pribadi Lukas mengatakan, pihaknya bersama dokter independen KPK bakal menemui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat untuk menyampaikan kondisi kesehatan Lukas Enembe.
"Hasil pertemuan tadi juga bersama dengan dokter dari KPK juga, rekomendasinya hari ini secara independen, saya dokter pribadi akan bertemu dengan IDI Pusat bersama dokter KPK untuk menyampaikan secara lengkap kondisi Pak Gubernur," kata Anton di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Senin (17/10).
Anton kemudian menjelaskan kondisi terkini Lukas Enembe. Lukas disebutkan memiliki banyak penyakit.
"Hasil pemeriksaan, ginjal, hipertensi, diabetes, kolesterol. Kemudian ada stroke, kondisi sekarang. Masih dalam observasi," ungkapnya.
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengirimkan dokter yang berasal dari ikatan dokter Indonesia (IDI) untuk memeriksa kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe.
Sebelumnya beredar video adanya dokter Singapura yang didatangkan Lukas ke Papua setelah dirinya dicegah KPK untuk bepergian ke luar negeri, oleh karena itu, KPK akan meminta hasil pemeriksaan kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe dari dokter Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KPK Gubernur Papua Lukas Enembe Korupsi Proyek























