Jum'at, 17/04/2026 23:49 WIB

Tingkatkan Gizi Anak dan Ibu Hamil, Kepala BKKBN Dorong AKU Gerakkan Food Bank





Tingkatkan gizi anak dan ibu hamil, Kepala BKKBN dorong AKU gerakkan food bank.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo membuat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AKU 2002 di Kantor Pusat BKKBN, Jakarta Timur, Jumat (9/9).

JAKARTA, Jurnas.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mendorong Andalan Kelompok Usaha (AKU) menggerakan secara nasional food bank (bank makanan) guna meningkatkan gizi anak dan ibu hamil.

"AKU punya peluang menggerakkan food bank menjadi usaha mikro, yang sifatnya social entrepreneurship," ujar Hasto saat membuat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AKU 2002 di Kantor Pusat BKKBN, Jakarta Timur, Jumat (9/9).

Dikatakan Hasto bahwa di Indonesia sendiri sudah ada yang menginisiasi food bank, seperti di Surabaya dan Malang. Akan tetapi, skalanya masih sangat kecil.

"Ini menjadi peluang karena kita masih banyak kelebihan makanan di rumah-rumah tangga di satu sisi, tapi sisi lain ada yang stunting. Jadi, kalau ini bisa dikumpulkan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Kelompok Akseptor (UPPKA) untuk anak-anak stunting kan luar biasa," kata Hasto.

Hasto mengatakan, kendala saat ini adalah belum ada yang mengelola bantuan-bantuan dari masyarakat untuk disalurkan kepada anak-anak yang stunting atau ibu hamil yang kekurang gizi.

"Kalau sekarang mau nyumbang kan nggak ada yang ambil. Jadi, kita berharap ada mengibarkan bendera jadi pejuang food bank mengelola CSR untuk didistribukan ke warga hamil yang kurang gizi," kata Hasto.

Hasto berharap BKKBN dalam waktu dekat mendapat mitra untuk memberikan bantuan kepada anak yang stunting dan ibu hamil yang kekurang gizi. "Karena PNS seperti saya ambil telur nanti saya disangka korupsi," ujarnya.

Sebelumnya saat membuka Rakernas ini, Hasto meminta agar UPPKA di daerah lebih diintensifkan dengan bekerja sama dengan perwakilan BKKBN yang tersebar di 23 provinsi Indonesia.

"Kemudian ada satu aktivitas baru yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Saya kira DASHAT ini menjadi bagian usaha mikro menegah ke bawah untuk kemudian mengelola makanan gizi seimbang untuk pemenuhan keluarga yang berisko stunting," katanya.

Selanjutnya, mantan bupati Kulon Progo itu juga berharap UPPKA dapat terlibat dalam mengelola bantuan Bapak Asuh Anak Stunting yang ada di desa atau kampung KB.

"Karena orang-orang memberi bantuan dalam bentuk Bapak Asuh Anak Stunting tidak boleh memberikan uang kepada BKKBN, camat, dan kepala desa. Bolehnya kepada Business to business," ujar Hasto.

 

KEYWORD :

Rakernas AKU 2022 BKKBN Hasto Wardoyo Food Bank




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :