Sabtu, 18/04/2026 21:21 WIB

Muhadjir Minta Satgas Revolusi Mental Bantu Tangani Kemiskinan





Muhadjir Minta Satgas Revolusi Mental Bantu Tangani Kemiskinan

Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta pembentukan Gugus Tugas Daerah (GTD) Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di Indonesia Timur, agar segera dipercepat, agar bisa berkolaborasi dalam penanganan kemiskinan ekstrem.

Menurut data terakhir, pada Maret 2022 tercatat angka kemiskinan di Indonesia berada di 9,4 persen. Jumlah ini menurun 0,71 persen dari jumlah per September 2021 yakni 9,71 persen.

"Untuk wilayah Indonesia Timur yang belum mendirikan satgas GNRM, agar dibentuk secepat mungkin. Ini penting untuk memahami dengan baik masalah yang muncul terkait mental-mental negatif untuk dicari solusinya, Karena akhir 2024 target (kemiskinan) kita 7 persen," kata Muhadjir dalam siaran pers pada Rabu (27/7).

Adapun pembentukan GTD GNRM hingga saat ini telah mencapai 71 persen atau sebanyak 365 dari 514 kab/kota.

Menko PMK menilai progres pembentukan gugus tugas tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan penguatan program dan kegiatan. Revolusi Mental bukan hanya sebuah slogan atau folosofi untuk diucapkan dan dipahami, namun juga perlu diimplementasikan dalam wujud aksi nyata.

GNRM menurutnya, baru dapat dilaksanakan secara berlanjut jika telah efektif melibatkan unsur Pentahelix, yaitu lima pihak pemangku kepentingan yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat.

"Untuk itu tiap Gugus Tugas Daerah GNRM perlu didorong untuk melibatkan lintas pelaku tersebut khususnya untuk bersama-sama melaksanakan aksi nyata. Mulai dari hal kecil saja dulu seperti gotong royong warga untuk membantu warga miskin, membersihkan lingkungan RT, hingga penanaman pohon produktif atau buah," kata Muhadjir.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi mengatakan, Indonesia Timur harus bangkit dan menuju kesejahteraan melalui Gerakan Revolusi Mental.

"Maka dari itu perlu melakukan perubahan yang bisa bersifat mendasar dan revolusioner mencakup berbagai sektor," ujar Didik.

KEYWORD :

Menko PMK Muhadjir Effendy Revolusi Mental




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :