Selasa, 21/04/2026 05:25 WIB

Sangat Kejam, 2 Anak Ukraina Tak Berdosa Dibunuh Rusia Setiap Harinya





Anak-anak yak bersalah dan berdosa menjadi korban keganasan Rusia menginvasi Ukraina.

Anak-Anak tak berdosa dan bersalah di Ukraina. (Foto: Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Anak-anak, korban paling tidak bersalah dari invasi Rusia ke Ukraina ini, pantas mendapatkan kenangan abadi dan janji dari dunia beradab: bahwa tidak ada kematian anak yang disebabkan tangan-tangan keji Rusia, yang akan dibiarkan tanpa hukuman.

Nafsu angkara untuk menguasai negara orang, tampaknya telah membutakan Rusia dan mencabut moral dari dada para pemimpin mereka. Menurut badan PBB untuk anak-anak (UNICEF), setidaknya dua orang anak Ukraina meninggal setiap hari karena kezaliman Rusia.

Bukan hanya itu, rata-rata empat anak terluka, terutama akibat serangan bom dan roket. Pada 4 Juni lalu— Hari Internasional Anak Tak Bersalah Korban Agresi, Kantor Kejaksaan Agung Ukraina mencatat sudah 261 anak tewas dan 465 anak-anak lainnya terluka, selama 101 hari peperangan akibat invasi Rusia. Ini hanya kasus yang dikonfirmasi, angka sebenarnya tentu bisa jauh lebih tinggi.

Pada 4 Juni lalu itu, guna menghormati kepergian mereka, serta kenangan yang mereka tinggalkan, Kantor Kejaksaan Agung Ukraina mengenang beberapa dari anak-anak pemberani, korban kesewenang-wenangan dan haus kuasa para pemimpin despotik Rusia tersebut.
Sebagaimana ditulis Tonia Chundak, manajer konten dan relawan media “Years Old”, Kyiv, tidak ada satu nyawa pun yang diambil paksa tangan-tengan berdarah Rusia yang bisa dilupakan. Tidak ada kejahatan terhadap anak yang bisa diampuni. Di bawah ini beberapa di antaranya:

Polina, anak kelas empat, dan adik laki-lakinya, Kyiv.

Pada hari-hari pertama agresi skala penuh, kelompok sabotase Rusia menembaki sebuah mobil warga sipil di Kyiv. Anton dan Svitlana, seorang dokter hewan, meninggal di tempat. Begitu pula putri mereka, Polina.
Layanan Penyelamatan membawa saudara laki-laki Polina ke rumah sakit, di mana bocah itu kemudian meninggal karena luka-lukanya. Hanya putri tertua keluarga itu  yang selamat meskipun mengalami luka tembak yang parah. Kisah Polina telah berkeliling dunia. Dia adalah gadis ceria dengan rambut merah muda cerah. Tentara Rusia menghancurkan keluarganya dan masa depan cerah mereka demi…, entahlah, demi apa?

Sashko Yakhno, anak empat tahun, wilayah Kyiv.

Ketika Rusia melancarkan invasi besar-besaran, Sashko Yakhno dan neneknya, Zoia,  berada di Desa Sukholuchchia. Mereka tidak punya waktu untuk mengungsi sebelum Rusia mulai mengebom desa tersebut besar-besaran. Para penjajah meledakkan jembatan dan memblokir jalan. Sasha merayakan ulang tahunnya yang ke-4 di bawah pendudukan penjajah. Masih banyak kisah anak-anak lainnya yang tewas dan terluka akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Termasuk bocah 3 tahun bernama Nikola Goriainov di Kharkiv. Ketika militer Rusia menduduki Desa Husarivka, orang tua Nikola mencoba mengungsi. Ketika mereka meninggalkan desa dengan barisan mobil lain, orang-orang Rusia mulai menembaki barisan itu. Kedua orang tua mud aitu,  Yevhen dan Anna, meninggal bersama putra mereka yang berusia 3 tahun.

“Dua mobil pertama melaju dengan cepat, dan tidak ada yang terluka. Tetapi Rusia menabrak mobil yang dikendarai keluarga Goriainov. Yevhen kehilangan keseimbangan, dan mobil terbalik. Kemudian Rusia menembak lagi dengan peluncur granat,” kenang nenek dari anak laki-laki yang telah meninggal, Nikola, dengan ngeri.

Kira Hlodan (3 bulan), Odesa.

Rusia menembakkan sembilan roket ke Odesa pada 23 April. Satu roket menghantam bangunan tempat tinggal bayi Kira yang berusia tiga bulan, yang  tinggal bersama orang tuanya. Anak itu, bersama ibunya Valeriia dan neneknya,  Liudmyla, meninggal.

“Sebuah roket Rusia menghancurkan dunia saya,” kata Yurii, 28 tahun.

Rusia tidak hanya menghancurkan Ukraina. Dia menghancurkan seluruh generasi Ukraina, merenggut masa depan anak-anak dan masa depan orang tua mereka, yang kini menjalani kehidupan penuh kesedihan.

KEYWORD :

Ukraina Anak-anak Rusia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :