Minggu, 19/04/2026 18:18 WIB

Mentan Syahrul Singgung Peran Penting BB Padi Dongkrak Produksi Padi Nasional





Mentan Syahrul singgung peran penting BBP Padi dongkrak produksi padi nasional.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo memberikan keterangan pers usai panen padi Inpara 8 di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi, Subang, Jumat (24/6).

JAKARTA, Jurnas.com - Indonesia termasuk di antara negara dengan produksi padi tertinggi di Asia Tenggara. Capaian ini tidak tak lepas dari andil Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menyiapkan varietas unggul.

Demikian disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo pada Rapat Koordinasi (Rakor) Lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang dilanjutkan panen padi Inpara 8 di BB Padi Sukamandi, Subang, Jumat (24/6).

"Pertanaman 30 hektare yang digunakan di BB Padi untuk pembibitan cukup efektif dan hasilnya Indonesia masuk di Asia Tenggara nomor dua produktivita padi yang tertinggi yaitu 5,2 persen. Posisi pertama diduduki Vietnam 5,9 persen," jelas Syahrul.

Sesuai data produktivitas padi dari sembilan negara-negara FAO di Benua Asia, Vietnam berada di urutan pertama kemudian disusul Indonesia, Bangladesh, Filipina, India, Pakistan, Myanmar, Kamboja, dan Thailand.

Mentan Syahrul mengatakan, BB Padi di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), dari tahun 1943-2022 telah menghasilkan varietas unggul baru (VUB) padi sebanyak 307.

VUB tersebut meliputi padi sawah irigasi sebanyak 175 varietas, padi lahan kering (gogo) 41 varietas, padi rawa 31 varietas, padi hibrida 21 varietas, padi sawah tadah hujan 14 varietas, padi khusus 11 varietas, padi rendah emisi 5 varietas, padi dataran tinggi 5 varietas, padi toleran naungan 2 varietas, dan padi lahan salin 2 varietas.

"Tentu saja pergerakan pertanian itu dimulai dengan bibit yang lebih baik. Oleh karena itu, saya datang memastikan bahwa produksi bibit yang dari balai ini adalah 90 persen sumber dari semua varietas yang kita sebar di seluruh Indonesia," ujarnya.

SYL, sapaan Mentan Syahrul, berharap dari BB Padi di Sukamandi ini lahir berbagai varietas-varietas yang berkualitas agar produksi, khususnya komoditas beras bisa naik.

"Hasil-hasil dari sini (BB Padi) tentu saja belum sempurna tapi Bapak Presiden ingin kita persiapkan betul, sehingga bibit kita memiliki kemampuan menghadirkan produktivitas yang tinggi khususnya beras," ujarnya.

"Di samping varietas yang baik, Kementan juga terus mendorong pemupukan berimbang, penggunaan teknologi, dan mekanisasi, sehingga lebih efisien 5 sampai 11 persen. Dengan begitu mestinya produktivitas tidak seperti 7 tahun yang lalu," pungkasnya.

Pada rakor dan panen ini, Mentan SYL didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjri Jufri, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, dan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ali Jamil.

KEYWORD :

BB Padi Syahrul Yasin Limpo Kementerian Pertanian Balitbangtan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :