Warga mengobrol di depan gedung yang hancur di Borodianka, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, Wilayah Kyiv, Ukraina 4 Juni 2022. Reuters/Edgar Su
Washington, Jurnas.com - Dewan eksekutif Bank Dunia menyetujui pembiayaan tambahan senilai US$1,49 miliar (Rp21,2 triliun) untuk Ukraina, pada Selasa (7/6) kemarin, untuk membantu pembayaran upah pemerintah dan pekerja sosial. Bantuan ini memperluas total dukungan yang dijaminkan bank menjadi lebih dari US$4 miliar.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters pada Rabu (8/6), Bank Dunia menyebut pendanaan terbaru didukung oleh jaminan pembiayaan dari Inggris, Belanda, Lithuania dan Latvia. Proyek ini juga didukung oleh pembiayaan paralel dari Italia dan kontribusi dari Dana Perwalian Multi-Donor baru.
Sebelumnya, Ukraina mengaku membutuhkan setidaknya US$5 miliar per bulan dalam waktu dekat, untuk menjaga pemerintahnya tetap beroperasi dalam menghadapi invasi Rusia, dan pertempuran yang menutup sebagian besar ekonominya.
Para pemimpin keuangan dari negara-negara demokrasi industri G-7 bulan lalu menjanjikan US$9,5 miliar pendanaan baru, membawa dukungan non-militer mereka menjadi hampir US 20 miliar.
Bank Dunia juga bekerja sama dengan negara-negara donor untuk menggunakan berbagai program pembiayaannya dalam mendukung perawatan kesehatan, pendidikan, layanan sosial, pasokan listrik dan air dan jalan.
"Layanan inti itu penting untuk mencegah kemunduran lebih lanjut dalam kondisi kehidupan dan kemiskinan di Ukraina, di luar penderitaan yang ditimbulkan karena perang," kata direktur negara Bank Dunia Eropa Timur Arup Banerji.
"Layanan semacam itu juga akan menjadi landasan dari setiap pemulihan dan rekonstruksi," tambah Banerji.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Bank Dunia Ukraina Bantuan Kemanusiaan
























