Kepala LLDikti Wilatyah III Jakarta, Paristiyanti Nurwardani (Foto: Muti/Jurnas.com)
Jakarta, Jurnas.com - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mendorong perguruan tinggi, untuk memanfaatkan program pendanaan Matching Fund Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).
Di antara upaya tersebut ialah menggelar Bimtek Penyusunan Proposal Matching Fund Kedaireka Tahun 2022, yang mengundang 80 perguruan tinggi pada Selasa (22/3) kemarin.
Bersamaan dengan itu, LLDikti Wilayah III juga berencana akan menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal kerjasama MBKM dengan pendanaan Matching Fund.
Kepala LLDikti Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani, menyebutkan saat ini terdapat 297 perguruan tinggi swasta dan lima perguruan tinggi negeri di lingkungan LLDikti Wilayah III.
"Kami dan segenap perguruan tinggi siap menjalankan roda transformasi dengan mencapai delapan IKU untuk menjadi pusat inovasi, yang akan menjadi solusi dalam menghadapi berbagai tantangan di masyarakat," kata Paris dalam keterangannya pada Rabu (23/3).
Dengan berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh perguruan tinggi di LLDikti Wilayah III, Paris yakin kedua upaya ini akan lebih meningkatkan produktivitas perguruan tinggi di DKI Jakarta, yaitu dengan konsorsium perguruan tinggi dan kolaborasi lintas-sektor yang didampingi LLDikti Wilayah III.
"Matching fund di tahun 2022 ini memiliki prioritas dalam bidang ekonomi hijau, ekonomi biru, ekonomi digital, penguatan pariwisata, dan kemandirian kesehatan," terang Paris.
"Bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami akan memberi kesempatan bagi para dosen dan peneliti di lingkungan LLDikti Wilayah III agar dapat menghasilkan karya yang solutif dengan memperoleh pendanaan matching fund. Misalnya saja, dalam hal penguatan sistem kesehatan masyarakat di DKI Jakarta pada masa pandemi, membuat berbagai prototipe peralatan yang dibutuhkan pemerintah daerah dalam hal penanganan limbah, pembuatan aplikasi untuk Pemprov dari kampus-kampus yang menjadi pusat Artificial Intelegence, hingga pengembangan pusat riset terapan," sambung dia.
Khusus bagi perguruan tinggi vokasi, matching fund akan mengembangkan metode pembelajaran mahasiswa yang terlibat langsung dengan DUDI, di mana mahasiswa akan mendapatkan pengalaman Project-Based Learning.
"Dengan jalinan sinergi ini, kita akan terus mewujudkan SDM unggul yang berdaya saing," imbuh Paris.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Matching Fund LLDikti Wilayah III Paristiyanti Nurwardani



























