Menko Marves Luhut didampingi Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyempatkan diri untuk menyapa petani dan penyuluh dari ruang Agricultural War Room (AWR).
JAKARTA, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendatangi Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kanpus Kementan) yang berlokasi di Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (18/3).
Pada kesempatan tersebut, Menko Marves Luhut didampingi Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyempatkan diri untuk menyapa petani dan penyuluh dari ruang Agricultural War Room (AWR).
Sebelum menyapa petani dan penyuluh, Kepada Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi terlebih dahulu menjelaskan maksud dan tujuan AWR ini.
"Secara harfiah AWR adalah ruangan peperangan pertanian, tapi maksud peperangan di sini adalah untuk membangun pertanian nasional," kata Dedi kepada Menko Marves Luhut.
Dedi mengatakan, AWR yang berpusat di Jakarta ini terhubung Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang saat ini sudah tercatat 5.996 di setiap kecamatan.
Kemudian, Dedi menjelaskan, AWR mempunyai lima peran penting. Pertama, sebagai pusat data dan informasi terkait luasan tanam komoditas pertanian dari level nasional hingga level yang paling rehdah yaitu desa.
AWR ini juga sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian. "Gerakan pembangunan pertanian ini ada di kecamatan. Bapak Menteri sering menyebutnya sebagai Kostratani," ujarnya.
Peran AWR ketiga sebagia pusat pembelajaran. Lewat AWR ini Kementan melakukan pelatihan dan pendidikan penyuluhan secara virtual. "Akhir bulan lalu kami latih 1,6 juta petani dan penyuluh dari sini," jelasnya.
Keempat, peran AWR ini sebagai pusat konsultasi agribisnis pertanian terkait bagaimana menghubungakn petani dengan offtaker, dengan integrator, dan dengan bank untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakayat (KUR).
"Terakhir, ARW ini perannnya untuk membangun jejaring kerja sama dengan stakeholder yang lain, mulai dari penyedia sarana prasarana, pupuk, benih, alsintan hingga eksportir," kata Dedi.

Pada bagiannya, Menko Marves Luhut mengapresiasi Kementan di bawah komando Mentan Syahrul karena sudah berhasil meningkatkan produksi padi nasional.
"Saya liat sekarang produksi padi naik 5-6 ton per hektare, yang tadinya cuman 3-4 ton. Itu sebabnya kita dari laporan data Badan Pusat Statistik (BPS) masalah beras ndak kurang," ujar Menko Marves Luhut.
Menko Marves Luhut juga mengatakan, pemerintah akan menyediakan bibit unggul agar pendapatan petani meningkat, sehingga tingkat kemiskinan turun dan petani tambah sejahtera.
"Itu pesan Presiden Joko Widodo kepada saya pokoknya pertanian ini harus didorong makanya saya datang ke tempatnya Pak Mentan. Pak Syahrul saya kira habis-habisan membantu membuat program untuk mensejahterakan petani," ujarnya.
Sebelum meninggalkan ruang AWR, Mentan Syahrul memberikan cinderamata dan berfoto bersama Menko Marves Luhut. Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres), Ma`ruf Amin juga menyempatkan diri menyapa petani dan penyuluh.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menko Marves Dedi Nursyamsi Syahru Yasin Limpo Luhut Binsar Pandjaitan Penyuluh Pertanian

























