Ilustrasi tanah kosong (Foto: Doknet)
London, Jurnas.com - Ilmuwan khawatir dengan jumlah lahan di Bumi yang kian menyusut tiap tahunnya. Fenomena ini berdampak pada penyelamatan planet dari perubahan iklim dan kemusnahan spesies.
Demikian hasil kesimpulan dari pertemuan 50 pakar terkemuka terkait alasan lahan berperan penting dalam mengatasi sejumlah tantangan eksistensial. Tidak hanya memerangi perubahan iklim, lahan juga dibutuhkan untuk produksi pangan dan pengentasan kemiskinan.
Dikutip dari BBC pada Selasa (8/2), para ilmuwan mengatakan tidak ada cukup lahan di planet ini, yang bisa digunakan untuk menangani semua permasalahan ini sekaligus.
"Kita hidup di planet bekas ini di mana semua tanah yang bahkan dianggap tidak terpakai atau tidak tersentuh memberikan manfaat yang sangat penting bagi manusia," kata Ariane de Bremond dari Universitas Bern, dalam karya ilmiah yang diterbutkan di jurnal Proceedings of the Academy of Sciences.
"Tidak ada cukup lahan untuk melakukan semuanya secara bersamaan, dan itu membutuhkan banyak negosiasi antara berbagai sektor masyarakat dan antar negara," lanjut dia.
Makalah ilmuwan juga menguraikan mengapa tanah penting dalam sejumlah masalah yang dihadapi umat manusia, dan menyerukan para pembuat keputusan dan pemangku kepentingan untuk berbuat lebih banyak mengatasi kesalahpahaman tentang penggunaan lahan dan keberlanjutan.
"Ada sangat sedikit lahan yang berpotensi tersedia untuk perluasan pertanian, urbanisasi, mitigasi perubahan iklim, atau penggunaan lahan konservasi keanekaragaman hayati yang `kosong` atau `bebas` dari pertukaran," tulis ilmuwan.
BMKG Sebut Sumenep Wilayah Rawan Gempa Merusak
Tiga perempat daratan planet ini yang tidak tertutup es, berubah menjadi lahan pertanian, pembangunan kota, dan pertambangan, dan hanya sedikit lahan yang tersisa untuk rencana menyerap emisi karbon atau menciptakan ruang untuk alam.
Tanah adalah sumber daya yang terbatas dan tidak ada solusi instan menurut Casey Ryan dari University of Edinburgh.
"Jika melihat di berita, Anda melihat setengah dari Bumi disisihkan untuk alam sebagai ambisi dari para konservasionis alam, Anda melihat nol deforestasi keluar dari Cop terakhir, agenda triliunan pohon, semua itu sangat bermaksud baik, tetapi pada akhirnya ide-ide besar yang cacat benar-benar tidak didukung oleh ilmu yang kita miliki dalam makalah ini," terang dia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Ilmuwan Lahan Kosong Perubahan Iklim Bumi



























