Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. (Foto: Jurnas via BPPSDMP))
JAKARTA, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak mengajak seluruh penyuluh pertanian di Indonesia untuk mengamankan pangan untuk menghadapi cuaca ekstrem yang akan melanda seluruh dunia.
"Tahun ini kita akan menghadapi cuaca ekstrem. Karena itu, kita sebagai negara besar tidak boleh tergantung pada negara lain. Kita Harus bisa mempersiapkan dengan baik," kata Syahrul pada acara Menteri Pertanian Menyapa Petani dan Penyuluh Pertanian, Jumat (4/2).
Syahrul meminta para penyuluh pertanian untuk mempersiapkan pangan dalam negeri dengan baik. Pasalnya, harga pangan yang selama ini diimpor dari negara tengga akan mengalami kenaikan yang signifikan akibat pandemi COVID-19 dan cuaca ekstrem.
Ia mengatakan, harga kedelai di dunia mengalami kenaikan dari biasanya Rp 4.000-5.000 per kg menjadi Rp 7.000-12.000 per kg. "Kalau tidak dipersiapkan dengan baik, maka besok kita akan bersoal masalah tempe, bersoal masalah tahu," jelas mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.
Bukan hanya tahu dan tempe yang akan bermasalah, lanjut Syahrul, Indonesia juga akan bersoal masalah daging karena komoditas yang biasanya diekspor dari Australia harganya tembus Rp 60.000 per kg di negara asalnya.
"Kita juga akan bersoal besok dengan kita akan panen raya gabah 17 ton pada Maret dan April. Biasanya kalau kita capai panen gabah seperti ini tunggu nanti harga bersoal. Berarti ada lagi kerawanan-kerawanan karena pertani akan marah, ujarnya.
"Mari kita pikirkan ramai-ramai ini," sambungnya.
Benarkah Sup Hangat Bisa Bantu Sembuhkan Flu?
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyam mengatakan, pandemi COVID-19 tidak menghalangi insan pertanian di pusat dan daerah untuk menjamin ketersediaan pangan bagi 267 juta jiwa rakyat Indonesia.
Hal ini terbukti, sektor pertanian di masa pandemi COVID-19 masih berdiri kokoh bahkan menjadi salah satu sektor yang tumbuh positif secara konsisten.
"Sektor pertanian satu-satunya sektor yang tumbuh positif secara konsisten mulai dari awal COVID-19 hingga saat ini. Bahkan, ada peningkatan ekspor dalam dua tahun ini. Ini luar biasa," kata Dedi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Syahrul Yasin Limpo cuaca ekstrem Dedi Nursyamsi penyuluh pertanian



























