Sabtu, 08/08/2020 21:39 WIB

Partai NasDem dan Surya Paloh Jangan Bermain Api di Pilkada Papua

Petahana dianggap sering meninggalkan daerah dan selama memimpin tidak memberi perubahan apa pun.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, saat ke Papua.

Jakarta, jurnas.com - DPP Partai NasDem sebagai pemenang pemilu di Provinsi Papua, diminta untuk cermat dan tepat menentukan calon-calon yang akan diusung dalam Pilkada di beberapa daerah Papua.

Tokoh Nasional asal Papua, Natalius Pigai mengatakan, kecerobohan partai NasDem dalam menentukan calon akan berdampak pada kualitas penyelenggaraan Pemilu di Papua.

Bahkan, kata Pigai, citra partai NasDem dan utamanya citra Surya Paloh selaku Ketua Umum NasDem bisa hancur di Papua, padahal selama ini sudah dianggap baik oleh mayoritas masyarakat Papua.

"Berkembang di kalangan masyarakat Papua saat ini, bahwa beberapa calon yang diusung partai NasDem justru tidak dikehendaki masyarakat tetapi seolah dipaksakan hanya karena memiliki kekuatan finansial semata untuk bisa membeli tiket partai," kata Tokoh Nasional asal Papua Natalius Pigai dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (31/7).

Mantan Komisioner Komnas HAM tersebut mendapat banyak laporan dari bawah, bahwa tokoh-tokoh partai NasDem di daerah tidak melakukan rekrutmen calon dengan baik.

Suka tidak suka, kata Pigai, calon-calon yang diajukan ke DPP NasDem adalah orang-orang yang sudah dikendalikan oleh segelintir oknum politisi NasDem di daerah.

"Saya 100 persen percaya bahwa di tingkat nasional, NasDem memiliki cara kerja yang bagus dalam menentukan calon tetapi tidak di Papua. Banyak calon yang bagus mendaftar tetapi tidak diakomodir hanya karena faktor uang. DPP Nasdem harus memonitor betul kerja tim di Papua ini sehingga politik tanpa mahar Nasdem benar-benar dijalankan," tegas Pigai.

Dia mengambil contoh, Kabupaten Pegunungan Bintang. Dari aspirasi mayoritas masyarakat Pegunungan Bintang, petahana yang maju kembali di Pilkada mendatang sudah tidak lagi didukung masyarakat.

Petahana dianggap sering meninggalkan daerah dan selama memimpin tidak memberi perubahan apa pun. Bahkan, jika partai tetap memaksakan petahana dimajukan, maka masyarakat mengancam akan memboikot Pilkada di Pegunungan Bintang.

"Artinya partai harus peka dengan aspirasi masyarakat yang memiliki kedaulatan. Masyarakat Pegunungan Bintang sudah frustrasi dan jika petahana maju kembali maka mereka akan terus menderita sehingga jika tetap dipaksakan maka langkah yang diambil adalah boikot. Ini ekspresi kekecewaan yang sangat tinggi dan berharap NasDem peka," ungkap Pigai.

Situasi saat ini, jelas Pigai, petahana yaitu Costan Oktemka sedang berupaya dengan segala cara untuk memborong semua partai politik sehingga maju menjadi calon tunggal.

"Memborong semua partai adalah tindakan pengecut. Tentu karena petahana sudah tau bahwa dia tidak didukung maka satu-satunya cara adalah lawan kotak kosong. Ini merusak demokrasi," tukas Pigai.

Ia berharap, Partai NasDem yang memiliki 6 kursi di DPRD Pegunungan Bintang harusnya memilih figur yang pantas dan cocok serta dikehendaki masyarakat.

"Pak Surya Paloh kan katanya punya hati untuk orang Papua. Makanya beliau harus tunjukkan dengan menentukan Calon-Calon yang juga berkualitas untuk memajukan Papua bukan orang-orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri," ujar Pigai.

Yang yak kalah penting, lanjut Pigai, Pak Surya dan DPP NasDem jangan mau dikendalikan begitu saja oleh oknum-oknum politisi NasDem di Papua.

"Jangan hanya karena ulah mereka, kemudian NasDem di Papua akan hancur dan citra Pak Surya sendiri jadi buruk di mata orang Papua," pungkas Pigai.

TAGS : Pilkada Papua NasDem Surya Paloh




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :