Senin, 27/05/2019 08:22 WIB

Tambang Batu Giok Myanmar Runtuh

Insiden itu terjadi di dekat desa Maw Wun Kalay di Hpakant Township sekitar 11:30 waktu setempat (17:00 GMT) pada Senin saat sebuah kolam saringan lumpur, yang terletak di lokasi penambangan tua, runtuh.

Ilustrasi tambang batu giok di Myanmar roboh

Myanmar, Jurnas.com - Lebih dari 50 orang dikhawatirkan tewas setelah tanah longsor menghantam area penambangan batu giok utama di negara bagian Kachin utara Myanmar.

Insiden itu terjadi di dekat desa Maw Wun Kalay di Hpakant Township sekitar 11:30 waktu setempat (17:00 GMT) pada Senin saat sebuah kolam saringan lumpur, yang terletak di lokasi penambangan tua, runtuh.

Sebanyak 54 staf dari dua perusahaan swasta tertimbung di bawah tumpukan limbah penambangan bersama dengan 40 mesin dan kendaraan, Tin Soe, seorang politisi setempat mengatakan kepada kantor berita Reuters.

"Mereka tidak akan selamat. Itu tidak mungkin karena mereka terkubur di bawah lumpur. Sangat sulit untuk mengambil mayatnya," kata Tin Soe kepada Reuters melalui telepon.

"Tiga mayat telah ditemukan dari lumpur," Kyaw Swa Aung, administrator kotapraja mengatakan kepada kantor berita Anadolu, menambahkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung.

Menurut kantor Kotapraja Hpakant, Setidaknya 20 orang telah tewas tahun ini dalam keruntuhan dan tanah longsor di lokasi pertambangan.

Sebagian besar korban diidentifikasi sebagai pekerja migran internal yang mencari batu giok atau potongan-potongan batu berharga yang tersisa dari operasi penambangan perusahaan.

Area Hpakant adalah pusat industri penambangan giok negara dan menghasilkan beberapa batu giok berkualitas terbaik di dunia.

Menurut kelompok advokasi lingkungan Global Witness, produksi batu giok di Myanmar bernilai sekitar USD31 miliar pada 2014.

Industri batu giok yang menguntungkan di negara itu didominasi oleh perusahaan dan pengusaha yang terkait dengan para pemimpin pemerintahan militer sebelumnya. (Al Jazeera)

TAGS : Tambang Batu Giok Myanmar




TERPOPULER :