Rabu, 21/11/2018 04:54 WIB

Perang Suriah, Negara Ini Tanggung Resikonya

Pekan lalu, pesawat tempur Rusia dan Suriah melanjutkan kampanye pemboma di Idlib, daerah kantong pemberontak di Suriah, setelah sempa mengalami ketenangan.

Presiden Turki Tayyip Erdogan (Foto: Gulftoday)

Ankara - Serangan pemerintah Suriah di wilayah utara negara Idlib akan menyebabkan risiko kemanusiaan dan keamanan bagi Turki, Eropa dan sekitarnya. Demikian disampaikan Presiden Turki, Tayyip Erdogan pada sebuah artikel yang dirilis Wall Street Journal (WSJ) Selasa (11/9).

Pekan lalu, pesawat tempur Rusia dan Suriah melanjutkan kampanye pemboma di Idlib, daerah kantong pemberontak di Suriah, setelah sempa mengalami ketenangan.

Erdogan dan sekutunya dari Rusia dan Iran, gagal memenuhi janji gencatan senjata dari pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad, pada KTT trilateral di Teheran.

Dalam artikel surat kabar, Erdogan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil tindakan.

"Semua anggota komunitas internasional harus memahami tanggung jawab mereka sebagai serangan terhadap alat tenun Idlib. Konsekuensi dari kelambanan sangat besar," kata Erdogan.

"Sebuah serangan rezim juga akan menciptakan risiko kemanusiaan dan keamanan yang serius bagi Turki, seluruh Eropa dan sekitarnya," sambungya.

Idlib adalah satu-satunya benteng kuat yang tersisa dan serangan pemerintah dapat menjadi pertempuran terakhir yang menentukan perang.

Teheran dan Moskow membantu Assad mengubah arah perang melawan sejumlah musuh mulai dari pemberontak yang didukung Barat hingga militan Islam. Turki adalah pendukung oposisi terkemuka yang memiliki pasukan di negara itu dan telah mendirikan 12 pos pengamatan di sekitar Idlib.

Pada KTT di Teheran, Erdogan, Rusia Vladimir Putin dan Hassan Rouhani dari Iran setuju dalam sebuah pernyataan bahwa tidak mungkin ada solusi militer untuk konflik tetapi melalui proses politik yang dirundingkan.

Erdogan juga  menyerukan gencatan senjata, tetapi Putin mengatakan ini tidak akan berarti karena tidak akan melibatkan kelompok militan Islamis yang dianggap Rusia sebagai teroris, dan Rouhani mengatakan Suriah harus mendapatkan kembali kendali atas semua wilayahnya.

Pada Selasa, Erdogan mengatakan Rusia dan Iran juga bertanggung jawab untuk menghentikan bencana kemanusiaan di Idlib, dan mengatakan masyarakat internasional harus "melemparkan bebannya di belakang solusi politik."

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dilaporkan mengatakan serangan udara dan darat terhadap Idlib harus segera dihentikan dan gencatan senjata harus dilakukan di daerah itu.

TAGS : Suriah Idlib Turki Eropa




TERPOPULER :