Sabtu, 17/11/2018 02:50 WIB

AS Sanksi Dua Perusahaan Rusia

Beberapa perusahaan pengiriman disanksi karena pelanggaran aturan Korea Utara, kata Departemen Keuangan

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin (Foto: Google)

Washington - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjatuhi sanksi dua perusahaan jasa pengiriman dan enam kapal Rusia karena melanggar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kedua perusahaan jasa pengiriman tersebut, Primorye Maritime Logistics Co Ltd dan Gudzon Shipping Co LLC diketahui masih mengirimkan produk minyak ke Korea Utara (Korut).

Perusahaan-perusahaan itu juga diduga pemilik kapal Patriot berbendera Rusia, yang disebut Kementerian Keuangan AS berbartisipasi dalam dua aksi transfer kapal-ke-kapal sebanyak 3.500 ton minyak mentah ke kapal-kapal Korut.

Pembeli minyak tersebut adalah Bank Taesong, yang disebut Kementerian terkait dengan Partai Pekerja Kantor Korea 39, atau kelompok rahasia yang terlibat kegiatan ekonomi terlarang untuk pemimpin Korut.

"Transfer kapal-ke-kapal dengan kapal berbendera Korea Utara dari Rusia atau tempat lain dengan suplai, penjualan atau pertukaran barang-barang dari dan ke DPRK dilarang di bawah resolusi DK PBB soal Korut dan dapat disaksi dengan undang-undang AS," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin melalui sebuah pernyataan.

Seperti diketahui, saat ini, warga Amerika dilarang melakukan aktivitas bisnis dengan dua perusahaan pengiriman Rusia tersebut, dan aset-aset yang mereka miliki di AS telah dibekukan.

Enam kapal mereka juga terkena sanksi, termasuk Patriot, Neptun, Bella, Bogatyr, Partizan dan Sevastopol.

Melalui pernyataan terpisah, AS juga berkata telah memasukkan dua individu dan dia perusahaan Rusia dalam daftar hitam karena bekerja di perusahaan yang disanksi AS pada Juni, karena menyediakan pemerintah Rusia perlengkapan bawah air dan sistem penyelaman.

Marina Igorevna Tsareva diduga bekerja untuk Divetechnoservices, perusahaan yang dijatuhi sanksi, termasuk Vela-Marine Ltd., yang didaftarhitamkan oleh Kementerian itu Selasa sebelumnya. (aa)

TAGS : Amerika Serikat Rusia Korea Utara minyak




TERPOPULER :